Bima Arya Juara Balap Karung

PESTA RAKYAT: Perayaan HUT ke-70 RI di Kota Bogor tahun ini dipusatkan di Kelurahan Situ Gede. Berbagai kegiatan dilakukan, seperti lomba balap karung.
PESTA RAKYAT: Perayaan HUT ke-70 RI di Kota Bogor tahun ini dipusatkan di Kelurahan Situ Gede. Berbagai kegiatan dilakukan, seperti lomba balap karung.
PESTA RAKYAT: Perayaan HUT ke-70 RI di Kota Bogor tahun ini dipusatkan di Kelurahan Situ Gede. Berbagai kegiatan dilakukan, seperti lomba balap karung.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Walikota Bogor Bima Arya merayakan HUT Kemerdekaan ke-70 RI bersama warga Situ Gede Kecamatan Bogor Barat, Senin (17/8/2015). Tidak hanya menonton perlombaan khas 17-an, Bima juga turut berpartisipasi di dalamnya.

Kedatangan Bima di  Lapangan Situ Gede disambut gegap gempita para warga setempat. Situasi makin ramai ketika Bima turut berpartisipasi dalam beberapa lomba, seperti tarik tambang, balap karung, dan  pukul bantal. Dalam lomba tarik tambang dan balap karung bersama warga tersebut, suami Yane Ardian itu berhasil meraih juara pertama.

“Pemerintah bersama warganya bergembira ria,” ujar Bima seperti dilansir Radar Bogor, Selasa (18/8/2015).

Perayaan seperti ini, kata Bima, akan berpindah setiap tahun di antara kecamatan. Tahun lalu, perayaan 17-an dilaksanakan di Bogor Selatan. Menurut Bima, makna kemerdekaan adalah bersatu.


“Kemerdekaan kita rebut karena bersatu. Pemimpin dan warga juga harus bersatu demi kemajuan Kota Bogor,” jelasnya.

Bima berharap kehadirannya dapat membuat warga senang di tengah kemeriahan perayaan HUT RI . Dia juga berpesan, agar para warga dapat mengisi era kemerdekaan ini dengan kinerja yang baik.

Walikota datang bersama Wakil Walikota Usmar Hariman dan Sekda Kota Bogor  Ade Sarip Hidayat. Setiba di lokasi, kedatangan mereka diiringi lagu Gebyar-Gebyar, yang dibawakan band lokal The Korprina.

Sebelum seru-seuan bersama warga, Bima juga memimpin langsung upacara HUT ke-70 RI di Lapangan Sempur. Bima datang dengan mobil antik jenis Chevrolet Bel Air 1956 berwarna biru.   Mobil antik yang dipinjam dari salah satou komunitas tersebut menjadi perhatian sejumlah warga Bogor.

“Semua serba kebetulan, tahun ini saya pinjam dari komunitas saat pameran mobil antik di Regina Pacis, tahun lalu di BNR,” ujar Bima.

Menurut dia, refleksi HUT RI banyak makna dan masih harus melakukan banyak evaluasi diri.

“Apakah kita sudah merdeka dari perselisihan, pertikaian, sengkarut kepentingan, dan nafsu kekuasaan yang saling mematikan,” bebernya.

Bima sadar, jika masih banyak warga Bogor yang belum merdeka dari kebodohan. Masih belum merdeka dari kemiskinan dan kemacetan sepenuhnya dan kekotoran. Akan tetapi, untuk mencapai kemerdekaan semua itu butuh rasa persatuan.

Terpisah, Kapolres Bogor Kota AKBP Irsan menjelaskan, kemerdekaan sepenuhnya yakni jika sudah tercipta suasana aman dan nyaman. Generasi penerus berkewajiban mengisi kemerdekaan.

“Tantangan terbesar masih terjadi konflik antarbangsa, suku, agama dan golongan,” ungkapnya.

Irsan mengakui jika Polri belum sepenuhnya melakukan revolusi mental. Masih ada saja petugas nakal. “

Masih ada oknum yang bermain dengan perkara, petugas di lapangan mempergunakan kewenangan dirinya untuk memeras masyarakat,” bebernya.

Dandim 0606 Kota Bogor, Letkol Inf Mukhamad Albar menambahkan, kemerdekaan yang diraih para pendahulu ini bukan hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Namun, membutuhkan pengorbanan sangat besar.

“Bukan hanya harta, nyawanya pun dikorbankan oleh para pejuang kita terdahulu untuk kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

(radar bogor/ral/ded/hur/c)