513 Napi Paledang Pesta Diskon Hukuman

TETAP KHUSYUK: Meski berada di hotel prodeo, salah satu napi di Lapas Paledang Bogor tetap menjalankan ibadah salat, kemarin. Sebanyak 513 napi mendapat remisi Hari Kemerdekaan.
TETAP KHUSYUK: Meski berada di hotel prodeo, salah satu napi di Lapas Paledang Bogor tetap menjalankan ibadah salat, kemarin. Sebanyak 513 napi mendapat remisi Hari Kemerdekaan.
TETAP KHUSYUK: Meski berada di hotel prodeo, salah satu napi di Lapas Paledang Bogor tetap menjalankan ibadah salat, kemarin. Sebanyak 513 napi mendapat remisi Hari Kemerdekaan.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Pelaku kejahatan yang menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Paledang Bogor sedang ’’berpesta”. Mereka mendapat diskon hukuman dua kali sekaligus hanya dalam waktu dua bulan.

Tidak sedikit yang langsung menghirup udara bebas karena mendapatkan keringanan yang beruntun itu.    Pengurangan hukuman tersebut terjadi pada dua momen penting yang datangnya berurutan.

Pertama, remisi khusus yang jatuh pada hari besar keagamaan. Pada 17 Juli 2015, napi yang beragama Islam mendapatkan remisi Hari Raya Idul Fitri. Pengurangan hukuman itu dilakukan setelah melaksanakan salat Ied.

Berdasar data yang dihimpun saat momen Lebaran tersebut, ada 720 napi yang mendapat remisi. Dari jumlah itu, sebanyak empat napi di antaranya langsung menghirup udara bebas.Bukan itu saja.


Pada momen peringatan HUT RI, para napi kembali memperoleh pengurangan hukuman dalam bentuk remisi umum. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 513 napi dengan beragam latar belakang tindak kriminalitas. Dari jumlah tersebut, 39 orang di antaranya langsung bebas.

”Dari 814 narapidana, 301 napi belum disetujui kementerian, sehingga yang lainnya harus bersabar,” ujar  Kepala Lapas Kelas II A Bogor, Dwi Nastiti.

Sempat diterpa masalah kekurangan air bersih, Dwi mengaku bahwa akhirnya problem tersebut sudah mendapat solusi.

“Insya Allah kekurangan air sudah bisa teratasi, kami memiliki sumber mata air yang bagus,” ungkapnya.

Namun, pihaknya juga meminta agar Pemerintah Kota Bogor memperhatikan masalah-masalah yang terjadi area lapas.

Sementara itu, Walikota Bogor, Bima Arya  yang menyempatkan diri untuk melongok ruang tahanan para napi sempat syok dan kaget dengan kondisi ruang tahanan yang sudah overload.

“Sangat tidak layak, sangat memprihatinkan, saya kaget juga karena baru saya masuk sampai ke dalam seperti itu, biasanya hanya dari kejauhan,” bebernya.

Hampir setiap kamar, kondisinya tak layak huni, satu sama lain saling berdempetan.

“Kita harus ikhtiar, sudah ada kebijakan pusat khusus untuk penyalahgunaan narkoba untuk direhabilitasi,” ungkapnya.

Memang, ada rencana pembangunan lapas baru di Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Namun, hingga kini masih terkendala status kepemilikan sertifikat tanah.

“Kita akan koordinasi dengan BPN, agar bisa dianggarkan segera oleh pusat. Kondisi lapas yang kita lihat sekarang bukan seperti pembinaan lagi, tetapi seperti siksaan,” pungkasnya.

(radar bogor/ded/c)