Pasca Mogok, Stok Daging Lokal Aman

KEMBALI BERAKTIVITAS: Para pedagang daging sapi di Pasar Leuwiliang sudah kembali berjualan pascamogok massal beberapa hari lalu. Namun, para pembeli masih sepi meski harganya sudah mulai stabil.
KEMBALI BERAKTIVITAS: Para pedagang daging sapi di Pasar Leuwiliang sudah kembali berjualan pascamogok massal beberapa hari lalu. Namun, para pembeli masih sepi meski harganya sudah mulai stabil.
KEMBALI BERAKTIVITAS: Para pedagang daging sapi di Pasar Leuwiliang sudah kembali berjualan pascamogok massal beberapa hari lalu. Namun, para pembeli masih sepi meski harganya sudah mulai stabil.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR–Puluhan pedagang daging sapi di Pasar Leuwiliang sudah kembali berjualan sejak Kamis (13/8). Meski sebelumnya sempat ikut mogok satu hari. Mereka juga tidak mengkhawatirkan stok daging sapi berkurang.

Dari dua blok penjual daging sapi Pasar Leuwiliang, satu blok memang masih terlihat sepi pedagang. Blok ini berjualan daging sapi impor dari Australia yang diperuntukkan bagi pedagang bakso. Sedangkan penjual daging sapi lokal, stoknya aman.

“Kebanyakan pedagang di sini beli dari peternak di kampung. Seperti dari peternak di Kecamatan Leuwiliang, Cibungbulang, Cigudeg, Nanggung, dan Ciampea,” beber Meman (48), pedagang daging di Pasar Leuwiliang.

Bicara soal harga, daging sapi di Pasar Leuwiliang dijual Rp110 ribu per kilogram. Namun, untuk pelanggan dari rumah makan atau sejenisnya, dipatok Rp105 ribu.


“Kalau harga masih normal, cuma pembeli saja agak berkurang,” akunya.

Dia memperkirakan masih sepinya pembeli karena masyarakat belum tahu jika pedagang daging sudah tidak mogok lagi.

“Di rumah pemotongan hewan (RPH) Galuga juga sudah mulai ramai,” tuturnya.

Para pedagang berharap, tidak ada lagi aksi mogok dan harga daging kembali normal.

“Semoga harga dan stok daging sapi di derah lain juga kembali normal. Karena di sini tidak ada kendala,” tandasnya.

(radar bogor/rp1/c)