Angkot dan Bus Ngetem Malah Dibiarkan

DIKELUHKAN: Polisi dan DLLAJ menghentikan sejumlah kendaraan yang melintas di seputaran pintu keluar Tol Jagorawi-Ciawi.
DIKELUHKAN: Polisi dan DLLAJ menghentikan sejumlah kendaraan yang melintas di seputaran pintu keluar Tol Jagorawi-Ciawi.
DIKELUHKAN: Polisi dan DLLAJ menghentikan sejumlah kendaraan yang melintas di seputaran pintu keluar Tol Jagorawi-Ciawi.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Razia kendaraan yang dilakukan unit lantas Polsek Ciawi bersama DLLAJ, kembali dikeluhkan sejumlah pengendara. Sebab, menurut mereka, polisi bisa melakukan razia hingga tiga kali dalam satu minggu.

Namun, yang paling dikeluhkan banyak pengendara, yaitu lokasi razia yang mengambil persis di putaran pintu tol Jagorawi-Ciawi. Jamaludin (27) pengendara motor asal Kampung Bakomsari, Desa Ciawi ini menyebut, posisi petugas sangat membahayakan pengendara.

Apalagi, di seputaran pintu tol itu merupakan jalur macet.

“ Terlalu sering dan berbahaya,” kata dia.


Jamaludin yang terkena tilang karena tidak membawa STNK ini sangat berharap, polisi bisa mengambil moment dan lokasi yang tidak membahayakan para pengendara lainnya.

Hal senada dikatakan Udin Saputra (34),pengendara motor asal Kampung Sukawarna, Keluarahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. Menurut dia, razia di seputaran pintu keluar tol sangat mengganggu.

Sebab bisa dilihat, arus lalulintas terganggu akibat penyetopan yang dilakukan petugas tepat di putaran.

“Anehnya, polisi tidak menindak bus dan angkot yang ngetem di sebrangnya. Itu kan parah, dan pemicu kemacetan. Kok malah didiemin,” ketusnya.

Dikonfirmasi, Kanit Lantas Polsek Ciawi AKP Taryana Setiaguna mengatakan, razia tersebut sengaja diadakan untuk menekan angkan kriminalitas.

“Inikan kegiatan rutin. Kami melakukan operasi bersama DLLAJ  dan tidak perorangan,” kilahnya.

(radar bogor/nal/c)