Warga Kecam Perburuan Babi Hutan

GRAFIS
GRAFIS
GRAFIS

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR–Pemburu liar di Kecamatan Lewisadeng, yang menyebabkan babi hutan masuk perkampungan, menuai kritikan keras dari masyarakat. Mereka berharap polisi segera menindak para pemburu liar itu.

Staf Kesra Desa Wangun Jaya, Iwan Inen mengatakan, mewakili masyarakat desa, mereka berharap pemburu liar ini ditindak.

“Kami mencaram dan tidak memperbolehkan pemburuan liar. Masyarakat sudah resah. Perburuan babi hutan ini akan mengganggu masyarakat,” katanya.

Iwan mengaku sudah berkordinasi dengan polisi untuk menindak lanjuti keluhan masyarakat ini.


“Kami berharap semua pihak peduli. Babi hutan memang banyak di sini, tapi belum pernah ada dinas terkait atau petugas balai konservasi hewan liar yang mengawasi,” ujarnya.

Dua kejadian babi ngamuk sepekan lalu membuat warga makin resah. Seperti yang dirasakan Badri (39). Warga Kampung Cisaranten, Desa Wangun Jaya, ini mengaku takut jadi korban keganasan babi hutan.

“Kalau pemburunya profesional, mungkin tidak akan ada kejadian seperti ini. Kejadian ini membuktikan pemburunya abal-abal,” terangnya seperti dilansir Radar Bogor, Jumat (14/8/2015).

Warga juga akan terus berkordinasi dengan desa untuk bersama-sama memantau keberadaan pemburu liar yang membuat populasi babi terganggu.

“Mau mereka minta izin ke desa akan kami larang, kami takut kejadian serupa terulang lagi,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Leuwiliang, Kompol Ubay mengatakan, perburuan liar babi hutan memang sering dilakukan di wilayahnya.

“Kami tidak pernah dapat laporan ada pemburu yang minta izin,” singkatnya.

(radar bogor/rp1)