Pemenang Proyek R3 Kesandung Korupsi

GRAFIS
GRAFIS
GRAFIS

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Satu lagi proyek pembangunan di Kota Bogor yang diduga bermasalah. Yakni, pemban¬ gunan jalan Regional Ring Road (R3) seksi III. PT IMP pemenang proyek dengan pagu Rp24,5 miliar itu, ternyata mempunyai catatan gelap.

Pada medio tahun 2014 lalu, tiga petingginya sudah ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri perihal kasus ambrolnya atap gedung utama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Kalisari Pekayon Pasar Rebo Jakarta Timur, Selasa (17/9/14).

Namun anehnya, PT IMP bisa memenangkan proyek pembangunan R3 di Kota Bogor. Kepada Radar Bogor, Pemerhati Proyek Pembangunan Kota Bogor Suwandi menyatakan,  sudah menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Bogor, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Walikota dan Wakil Walikota Bogor.  Bahwa PT IMP mempunyai catatan buruk karena  tersangkut kasus hukum .

“Kami selaku pemerhati proyek telah membaca dan mengetahui di media massa bahwa PT IMP bermasalah hukum dalam pembangunan suatu proyek yang mengakibatkan kerugian negara. Ini sudah kami sampaikan kepada ULP Pemkot Bogor, namun tanggapan mereka lain,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor, Jumat (14/8/2015).


Menurut ULP kata dia,  yang bermasalah adalah direkturnya, bukan perusahaannya. Alasan ULP tersebut sama tidak memperhatikan fakta integritas, yaitu perusahaan harus bersih dari masalah Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

“Seharusnya, perusahaan yang bermasalah tidak boleh ikut fakta integritas. Ada 141 perusahaan peserta lelang terkait proyek ini dan kenapa harus PT IMP ini yang dimenangkan,” tegasnya.

Hingga sekarang, kata Suwandi, jawaban resmi tertulis dari ULP Kota Bogor belum dia terima. Namun  dia  menilai, ULP ragu menjalankan proyek tersebut. Terbukti, hingga pertengahan Agustus, berdasarkan data di LPSE Pemkot Bogor, ULP belum berani mengeluarkan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPKK)  proyek tersebut.

“Karena itu kami berharap, agar masalah ini tidak bisa diremehkan,” tegasnya.

Rencananya R3 akan menghubungkan Warung Jambu sampai Wangun dibangun sepanjang 10,3 km. Jalur ini targetnya akan memecah kemacetan kemacetan di Jalan Pajajaran.  Pembangunan R3 terbagi ke dalam tiga section. Seksi pertama  (Jl Adnawijaya – Vila Duta) sepanjang 4,7 km . Seksi kedua (Villa Duta – Parungbanteng) sepanjang kurang lebih 2,4 km dan seksi ketiga (Parungbanteng – Jl Raya Tajur/Wangun) sepanjang kurang lebih 3,2 km.

Dikonfirmasi,  Sekretaris ULP Kota Bogor, Dedi Rusmana mengatakan, PT IMP tidak termasuk dalam perusahaan daftar hitam (black list) yang dikeluarkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), karena tidak sedang dalam pengawasan pengadilan.

“Secara hukum belum ada putusan pengadilan yang tetap sehingga kami tidak dapat menggugurkan PT IMP dalam pelelangan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, kasus yang menimpa PT IMP  pada mulanya tidak mereka ketahui. Dan mereka mengetahui ini dari surat yang masuk ke ULP. Karena Kelompok Kerja (Pokja) mengevaluasi berdasarkan dokumen yang di-upload oleh penyedia dan juga melihat daftar hitam perusahaan yang dikeluarkan LKPP.

(radar bogor/ral/c)