Pedagang Keluhkan Kualitas Sayur

MENURUN: Salah seorang konsumen sedang memilih sayur yang dijajakan pedagang di Pasar Cigudeg, kemarin.
MENURUN: Salah seorang konsumen sedang memilih sayur yang dijajakan pedagang di Pasar Cigudeg, kemarin.
MENURUN: Salah seorang konsumen sedang memilih sayur yang dijajakan pedagang di Pasar Cigudeg Kamis (13/8/2015).

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR–Kemarau panjang yang kini masih berlangsung, membuat resah sejumlah pedagang. Sebab, kualitas sayur yang mereka jual menurun akibat kekeringan. Rustandi (42), pegadang di Pasar Ciampea menuturkan, kualitas sayur dari Dramaga itu kurang bagus.

“Pembeli banyak yang tidak tertarik sayurnya karena kurang segar,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor, Jumat (14/8/2015).

Pedagang sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, karena kualitas sayur dari petani sudah jelek.

Selain jelek, harganya pun melonjak. Seperti bayam, kalau sebelumnya Rp10 ribu per ikat, kini naik Rp16 ribu. Begitu juga kangkung, kacang panjang, wortel, dan tomat yang mengalami kenaikan hingga Rp5 ribu.


Para pembeli, kata dia, juga mengeluhkan mahalnya harga sayur. Ia berharap pemerintah mencari solusi agar harga dan kualitas sayur bisa diperbaiki.

“Mungkin saja gara-gara daging sapi naik, jadi yang lain ikut naik,” duganya.

Hal berbeda terjadi di Pasar Cigudeg. Beberapa pedagang di sana tidak ambil pusing dengan harganya yang melambung. Pasalnya, mayoritas pedagang sayuran merupakan petani yang punya kebun sendiri.

Ditambah, kemarau di Cigudeg tidak terlalu parah seperti di Ciampea dan daerah lain.

“Alhamdulillah kalau di Cigudeg sayurannya masih bagus. Cuacana di sini juga tidak terlalu panas,” kata Agus (38), pedagang sayur di Pasar Cigudeg.

Agus beberapa pedagang tidak memanfaatkan kondisi ini untuk mencari keuntungan pribadi, karena stok sayur masih mencukupi. Sebab, kalau daerah lain juga ambil sayur dari Cigudeg, harganya juga akan melambung.

(radar bogor/rp1)