Biopori Isi Masa Orientasi Pondok Pesantren

Para siswa belajar cara membuat lubang biopori.
Para siswa belajar cara membuat lubang biopori.
Para siswa belajar cara membuat lubang biopori.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Pondok pesantren terpadu Al-Karimiyah Yasina memanfaatkan masa orientasi peserta didik baru dengan mengajak siswa membuat lubang biopori. Tak tanggung-tanggung, pihak yayasan mengundang tim gerakan Lima Juta Lubang Biopori serta komunitas Bogor Sahabats, serta pencetus biopori Prof Kamir R Brata.

Di hadapan para siswa, Prof Kamir menjelaskan bahwa manfaat biopori sangat banyak. Paling utama adalah menampung dan memanfaatkan air hujan agar meresap langsung ke dalam tanah.

“Baik itu di musim hujan, juga musim kemarau,” jelasnya.

Ia mengatakan, lubang biopori bisa menjadi jawaban atas permasalahan kekeringan saat ini. Lubang biopori juga bisa menjadi jawaban atas persoalan sampah perkotaan.


“Bayangkan saja, Bogor dengan julukan Kota Hujan saja kekeringan semua tanaman,” katanya.

Prof Kamir juga menjelaskan berbagai teknik pembuatan lubang biopori. Mulai dari mengebor, membasahi tanah, dan memasukkan sampah organik serta perawatan lubang.

Pada kesempatan itu, turut membuat lubang ketua yayasan sekaligus pengurus pesantren putri, Nida D Zaki.

”Tentunya kami antusias, karena anak-anak tahu cara memelihara dan mencintai lingkungan. Apalagi kami berada di lingkungan pabrik. Anak-anak harus tahu bagaimana menjaga lingkungan dari limbah pabrik agar tanaman tetap subur,” ungkapnya.

(radar bogor/ran/c)