Mesin Air Hilang, Petani Minta Hujan Buatan

MESIN BANTUAN: Salah seorang petani di Kecamatan Cariu sedang memanfaatkan mesin pompa air bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengairi sawahnya yang sudah kering akibat kemarau panjang.
MESIN BANTUAN: Salah seorang petani di Kecamatan Cariu sedang memanfaatkan mesin pompa air bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengairi sawahnya yang sudah kering akibat kemarau panjang.
MESIN BANTUAN: Salah seorang petani di Kecamatan Cariu sedang memanfaatkan mesin pompa air bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengairi sawahnya yang sudah kering akibat kemarau panjang.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Mesin air bantuan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Bogor, kini raib digondol maling. Tiga mesin air yang diberikan kepada petani di Desa Sukajadi, Babakan Raden, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cariu, semuanya hilang.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) Kecamatan Cariu, Achmad Suryadi menerangkan, mesin bantuan dari pemerintah itu hilang tiga minggu lalu. Akibatnya, para petani tidak bisa mengairi lahannya.

“Para petani sudah pasrah, karena sulit memperoleh air. Terlebih sejak mesin air mereka hilang,” tuturnya seperti dilansir Radar Bogor, Kamis (13/8/2015).

Biasanya, mesin digunakan bergilir oleh petani. “Kondisi lahan di atas kali, maka butuh mesin penyedot air Kali Ciomas,” tuturnya.


Para petani, kata Achmad, tidak bisa berharap banyak dapat bantuan mesin. Para petani butuh hujan buatan atau perubahan tata ruang. Pasalnya, hujan buatan lebih memberikan manfaat.

“Kalau tidak bisa, lebih baik ubah tata ruang. Tiga desa ini tidak lagi dijadikan lahan basah, tapi industri. Dengan demikian, perekonomian warga bisa terangkat,” ujarnya. Kepala Distanhut Kabupaten Bogor, Siti Nuriyanti menyayangkan hilangnya mesin air bantuan pemerintah itu.

Padahal, mesin air ini untuk meminimalisir kerugian petani.

“Kami sudah distribusikan 20 mesin air agar kerugian petani tidak terlalu parah. Sebab, 40 hektare sawah di Kecamatan Cariu terancam fuso,” ujarnya.

(radra bogor/azi)