Gagal Rampas Rp30 Juta, Penjambret Hampir Dibakar Massa

TERTANGKAP: Ketika Kapolsek Dramaga, AKP Syaifuddin Gayo menunjukkan barang bukti uang tunai Rp30 juta, hasil jambret HN di Mako Dramaga, Rabu, (12/8/2015).
TERTANGKAP: Ketika Kapolsek Dramaga, AKP Syaifuddin Gayo menunjukkan barang bukti uang tunai Rp30 juta, hasil jambret HN di Mako Dramaga, Rabu, (12/8/2015).
TERTANGKAP: Ketika Kapolsek Dramaga, AKP Syaifuddin Gayo menunjukkan barang bukti uang tunai Rp30 juta, hasil jambret HN di Mako Dramaga, Rabu, (12/8/2015).

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR– Seorang pemuda HN (30) babak belur diamuk massa, setelah tertangkap menjambret tas yang berisi uang tunai Rp30 juta milik Tjetjep Haridian (69), di Simpang Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Rabu (12/8/2015).

Penjambretan yang dilakukan HN yang diketahui warga Lampung itu, berlangsung ketika Tjetjep baru saja mengambil uang dari Bank Negara Indonesia (BNI) bersama istrinya Gandawati (58). Korban yang terkejut pun sontak berteriak maling, sehingga membuat warga sekitar mengejarnya.

Pelaku yang saat itu panik, akhirnya terjatuh di depan pangkalan ojek. Dengan cepat, puluhan warga langsung menangkap dan menghajar pelaku hingga babak belur.  Tjetjep mengakui, uang tersebut akan digunakan untuk kebutuhan resepsi pernikahan anaknya.

“Untung saja jambretnya tertangkap. Kalau tidak, bisa gagal acara resepsi anak saya,” ujar korban, warga Setu Leutik, Desa Dramaga temui.


Sekretaris Desa Babakan, Ivan Karya mengatakan, dirinya langsung menghubungi Polsek Dramaga, setelah melihat pengeroyokan yang dilakukan warga di depan kantor desanya.

“Kalau polisi tidak cepat datang, pelaku bisa dibakar oleh warga. Karena kejadian jambret seperti ini bukan kali pertama. Jadi warga sudah sangat kesal,” ungkapnya.

Kapolsek Dramaga, AKP Syaifuddin Gayo menyebutkan, mendapat laporan warga dengan aksi jambret tersebut, pihaknya sigap menuju ke lokasi kejadian. Setelah diamankan di Mako Dramaga untuk dimintai keterangan, barang bukti pun disita.

“Barang bukti Rp30 juta pecahan Rp50 ribu kita kembalikan ke korban. Dan pelaku kedapatan membawa jimat berupa sabung hitam, yang diyakini dapat melindungi diri,” terangnya. Namun, kata Gayo, satu orang teman tersangka berinisial D berhasil kabur menggunakan motor.

“Pelaku yang lari masih dalam pengembangan. Untuk tersangka HN dikenakan Pasal 368 tahun 2012 tentang perampasan dengan ancaman pidana 12 tahun penjara,” katanya.

Gayo pun mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada ketika membawa uang dalam jumlah banyak.

“Bagi masyarakat yang akan mengambil uang di bank dalam jumlah banyak, lebih baik meminta pengawalan untuk menghindari tindak kejahatan,” imbuhnya.

(radar bogor/han/c)