Satpol PP Polisikan Pedagang

PENERTIBAN: Satpol PP Kota Bogor kembali melakukan penertiban di kawasan Pasar Anyar, Selasa (11/8/2015).
PENERTIBAN: Satpol PP Kota Bogor kembali melakukan penertiban di kawasan Pasar Anyar, Selasa (11/8/2015).
PENERTIBAN: Satpol PP Kota Bogor kembali melakukan penertiban di kawasan Pasar Anyar, Selasa (11/8/2015).

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Aksi pengrusakan yang dilakukan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) terhadap posko Satpol PP di kawasan Pasar Kebon Kembang (Pasar Anyer) dilaporkan ke kepolisian. Selasa (11/8/2015), Polres Bogor Kota  menerima laporan resmi laporan pengrusakan dari Satpol PP Kota Bogor.

Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Hendrawan A Nugroho, mengatakan, akan menindaklanjuti laporan tersebut.  Rencanannya, proses penyelidikan akan dilakukan hari ini.

“Ya, kita baru menerima laporannya, perihal siapa pelakunya akan terungkap dalam proses penyelidikan,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor, Rabu (12/8/2015).

Laporan dengan nomor LP/725/VIII/2015/JBK/POLRES BOGOR KOTA itu dibuat Senin (10/8) malam atas laporan Satpol PP. Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Kabid Dalops) Satpol PP Kota Bogor, Agustiansyah menyatakan, laporan itu dibuat setelah hasil diskusi dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dia sangat menyayangkan aksi pedagang yang merusak barang milik negara.


“Setelah dirundingkan bersama dengan jajaran pemkot, kami memutuskan untuk melaporkan tindakan ini kepada pihak yang berwajib. Saya mewakili pemkot langsung melaporkan masalah ini ke Polres Bogor Kota. Ini dilakukan agar PKL bisa tertib dan tidak anarkis,” ungkapnya.

Ketika aksi pengrusakan terjadi, ada enam anggota Satpol PP sedang bertugas. Mereka berhasil menyelamatkan sejumlah aset seperti sepeda motor dan televisi.

“Berdasarkan bukti foto yang kami miliki dan  ketarangan  para saksi, pelaku pengerusakan itu berinisial IS warga Sukadamai, Kecamatan Tanahsareal,” terangnya.

Sementara, seiring dengan laporan Satpol ke polisi, Penegak Perda itu kembali melakukan penertiban di Jalan Jalan Dewi Sartika, Sawojajar, dan MA Salmun. Pantauan Radar Bogor, penertiban  mulai  dilakukan pukul 14:00 WIB. Petugas gabungan Satpol PP, Polisi dan TNI menyisir wilayah tersebut. Lapak pedagang yang memakan bahu jalan langsung dibongkar. Para pedagang diminta menghentikan kegiatannya.

Namun, penertiban itu tiba-tiba memanas ketika terjadi adu mulut antara petugas dengan pedagang ikan. Mereka tidak terima lapaknya diangkut oleh petugas. Agustiansyah menuturkan, pihaknya konsisten untuk menertibkan  PKL. Itu sudah sesuai dengan instruksi walikota perihal zero PKL di kawasan tersebut.

“Kami juga akan menertibkan para pkl yang berada di pelataran toko, dan gang kecil,” ungkapnya. Perihal keluhan pedagang terkait tidak disediakannya tempat relokasi, Agustiansyah menilai tindakan yang dilakukan PKL dengan berjualan di bahu jalan justru sudah melanggar.

“Kami sudah sediakan tempat di Jalan Nyi Raja Permas. Bagi PKL yang tidak setuju hal itu akan didiskusikan dengan pemkot,” bebernya.

Sementara Pedagang Ikan, Udin (40) mengaku, para pedagang enggan pindah ke  Nyi Raja Permas, lantaran tempat itu dijadikan sebagai tempat bongkar muat barang. Jika memang pemkot peduli terdahap nasib pedagang, seharusnya memberikan tempat khusus berjualan dengan harga murah.

“Kami tidak mau digusur-gusur seperti ini. Berikan kami tempat yang layak dan murah agar kami bisa berjualan,”tegasnya.

(radar bogor/fdm/c)