Oknum Guru SD Aniaya Murid

GRAFIS
GRAFIS
GRAFIS

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Dunia pendidikan di Kabupaten Bogor, kembali tercoreng sikap arogan guru SDN 4 Parakan, Desa Parakan. Oknum guru berinisial AT ini dituding melakukan kekerasan kepada sejumlah muridnya.

Seperti dialami siswa kelas IV SDN 4 Parakan, DD beberapa hari lalu. Karena ketahuan bercanda dalam kelas, korban ditampar di pelipis hingga matanya luka. Karena saat itu, gurunya menggunakan batu cincin.

“Kami hanya jalan-jalan dalam kelas setelah selesai mengerjakan tugas. Tiba-tiba gurunya masuk membanting gelas lalu menampar,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor, Rabu (12/8/2015).

DD menyebutkan, tak hanya dirinya yang terkena tamparan. Diakuinya, guru ini kerap menghukum muridnya dengan cara kekerasan.


“Merokok juga sering dalam kelas saat mengajar,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan AZ, karena tidak dapat mengisi jawaban di papan tulis. Kepala bagian belakangnya ditempeleng hingga benjol.

“Kalau keramas sakit. Saat itu gurunya pakai batu cincin, jadi benjol kepala saya,” akunya.

Kekerasan yang dilakukan AT ini juga sering disaksikan murid lain. Seperti pengakuan salah seorang siswa kelas V, SY. Dia kerap melihat teman-temannya  dihukum mengangkat bangku karena terlambat. Tak hanya itu, mereka juga disuruh mengelilingi lapangan sekolah sebanyak lima putaran.

“Ada yang sempat nangis karena ditendang-tendang,” ucapnya.

Sementara itu salah seorang orangtua korban, Abdulrahman yang mendapat laporan anaknya itu pun geram. Menurutnya, hukuman itu jelas tidak manusiawi.

“Anak saya jadi enggan sekolah, karena takut. Saya juga khawatir,” tuturnya. Dia bersama orang tua yang lain berharap oknum guru itu dikeluarkan dari sekolah. “

Kalau tidak, biar polisi saja yang bertindak,” tandasnya.

Sementara itu Kepala SDN 4 Parakan, Firman Setiawan mengatakan, belum mengetahui kejadian itu. Namun, Firman beberapa kali sempat melihat siswanya menggotong bangku menuju belakang gedung.

“Kalau yang angkat bangku, saya kira sedang memindahkannya ke belakang. Tapi, kalau kekerasan saya belum tau. Karena saya baru pulang dari Cianjur,” ujarnya.

Kata dia, laporan dari guru di sekolah ada orangtua murid yang mencarinya beberaoa hari ini.

“Tapi saya belum sempat bertemu orangtua murid,” katanya.

Jika benar ada kekerasan, kepala sekolah yang sudah tiga tahun menjabat ini berjanji segera memanggil yang bersangkutan.

Firman akan nasehati dan memintanya maaf kepada orangtua murid.

Kami akan rapatkan dulu semua guru bersama orangtua murid,” ucap kepala sekolah.

(radar bogor/han/c)