Harga Sembako Mulai Naik, Warteg Hilangkan Menu Daging

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Belum juga tuntas persoalan harga daging sapi yang melambung tinggi, kenaikan harga merembet ke beberapa kebutuhan pokok lainnya. Daging ayam, telur, beras, harganya merangkak naik sehingga pedagang di pasar tradisional juga ikut tercekik.

Di antara sejumlah bahan pokok, kenaikan harga signifikan terjadi pada komoditi daging ayam negeri. Harganya mencapai Rp32 ribu per kg, dari harga sebelumnya Rp29 ribu per kg. Sementara telur ayam kampung menjadi Rp22 ribu dari harga sebelumnya Rp21 ribu.

“Cabai juga masih mahal, cabai merah harganya Rp50 ribu, cabai hijau Rp30 ribu. Belum lagi telur sekarang Rp21 ribu, sebelumnya masih Rp20 ribu,” kata pedagang warung makanan di bilangan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Riyanto (47).

Sementara pedagang makanan belum merasa harus menaikkan harga jual kepada pelanggan. Warteg milik Agus di bilangan KH Abdullah Bin M Nuh, Kota Bogor. Sudah dua hari ini, warteg yang buka mulai pukul 06:00-22:00 itu tidak menjual menu berbahan daging sapi. Agus mulai memperbanyak manu olahan berbahan dasar ikan dan daging ayam.


“Daging nggak ada, saya nggak sempet stok juga. Jadinya tidak jualan daging dulu. Rendang, semur, rawon, babat, soto daging jadi libur dulu,” tukasnya.

Dia mengaku, akibatnya dari tidak berjualan menu olahan daging itu, pelanggannya jadi berkurang. Warungnya jadi lebih sepi dari biasanya, dan tentunya berimbas juga pada pendapatannya sehari-hari.

“Pelanggan banyak yang balik lagi, jadi sangat berpengaruh tidak ada daging ini. Omzet per hari biasanya Rp2 juta, karena tidak ada daging jadi Rp1,5 juta per hari. Kan lumayan, belum lagi bahan pokok yang lainnya juga naik,” kata Agus.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo meyakinkan bahwa krisis daging akan segera teratasi. Ulah para mafia daging membuat stok menjadi langka sehingga harganya pun mahal. “Stok ada, tapi tidak dikeluarkan supaya kita impor banyak,” ujar Jokowi.

Dia pun mempertanyakan, apakah jika pemerintah mengimpor daging, bisa menjamin harga akan kembali normal. Setidaknya, di kisaran Rp 90-100 ribu. Dia menyebut, negara lain pun bisa membuat harga daging menjadi Rp 65 ribu. Tentunya, Indonesia juga bisa. Tentu tidak wajar apabila sudah impor namun harga masih tinggi.

Jokowi menjanjikan pemeriuntah bakal turun langsung mengatasi lonjakan harga daging sapi.

“Saya akan beli langsung. Pemerintah akan beli langsung untuk memastikan bahwa harga daging itu bisa murah,” lanjut mantan Wali Kota Solo itu. Pemerintah akan mendatangkan stok daging sehingga harga bisa ditekan.

Disinggung mengenai langkah untuk menghadapi para mafia daging, Jokowi tidak memberikan solusi secara langsung. Dia hanya menrujuk kepada UU.

“Ada Undang-Undang Pangan, hati-hati,” ucapnya. dalam UU tersebut ada sanksi bagi para spekulan dan mafia yang coba mempermainkan harga dengan menahan stok.

(radar bogor/viv/jp/c)