GO-JEK Hadir di Bogor, Jauh-Dekat Cuma Rp15 Ribu

GRAFIS
GRAFIS
GRAFIS

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Warga Bogor kini memiliki alternatif moda transportasi. Sejak dua bulan terakhir, GO-JEK telah meluaskan area pelayanan di Kota dan Kabupaten Bogor. Sebagai perkenalan, selama masa promosi, manajemen GO-JEK memasang tarif jauh-dekat keliling Bogor Rp15 ribu.

Warga Ciapus, Kabupaten Bogor, Rezkietha Patrizia, mengaku sudah satu bulan ini menggunakan jasa GO-JEK. Dia memanfaatkan GO-JEK untuk menuju Stasiun Besar Bogor, menghindari macet jika harus naik kendaraan umum. Karyawati swasta yang bekerja di Jakarta itu juga kerap menggunakan jasa GO-JEK untuk memesan paket makanan di wilayah Pajajaran, Bogor.

“Awalnya coba-coba dulu, soalnya saya malas bawa motor ke stasiun. Waktu pertama langsung dapet pengemudinya yang ganteng, mirip artis Gery Iskak. Dari situ langsung ketagihan, tapi nggak selalu dapet dia terus sih,” akunya.

Selain respon yang cepat, kata Rezkietha, pengemudi GO-JEK juga cenderung ramah kepada pelanggan. Selain itu, pelayanan pemberian masker dan penutup kepala menjadi nilai tambah tersendiri bagi GO-JEK.


“Setahu saya di Bogor sempat ada juga jasa ojek deliveri dan ojek online gitu, tapi beda banget sama GO-JEK. Pengemudinya juga lebih hati-hati kalau bawa motor, tidak ugal-ugalan seperti ojek biasanya,” kata dia.

Sebelumnya, GO-JEK memberlakukan tarif promo Rp10 ribu. Namun, sejak Selasa (11/8/2015) tarif promo menjadi Rp15 ribu dengan jarak maksimal 25 km. Promo itu berlaku sampai Senin (24/8). Tarif itu berlaku untuk layanan GO-JEK Jaabodetabek, sedangkan wilayah lainnya tetap Rp10 ribu.

Seperti apa sejatinya GO-JEK? Siempunya PT GO-JEK Indonesia, Nadiem Makariem mengklaim bahwa misi sosial yang dimaksud adalah membangun harapan para tukang ojek untuk pendapatan yang lebih baik. Khususnya bagi mereka yang kerap membuang waktu percuma dengan ‘mangkal’ di pangkalan-pangkalan.

“Bisnis tak selalu soal cari duit, harapan utama kita punya misi sosial buat mereka yang tadinya kerja 14 jam duduk nunggu customer cuma dapat narik 4 kali sehari. Sekarang mereka bisa dapat 15 kali penumpang dalam sehari,” ungkapnya kepada pewarta.

Nadiem menuturkan, GO-JEK dilahirkan untuk membantu dan memudahkan masyarakat dalam menggunakan jasa ojek sebagai transportasi publik. Ide itu tercetus saat ia merasakan sulitnya mencari transportasi di Jakarta.

“Kita enggak punya sama sekali armada, kita hanya membantu masyarakat yang kesusahan cari ojek dan membantu driver ojek mempertemukan mereka dengan pelanggan,” katanya.

GO-JEK bermitra dengan para pengendara ojek berpengalaman di Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, dan kini Bogor. Menjadi solusi pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja dan berpergian di tengah kemacetan.

Bagi calon penumpang, untuk bisa menggunakan jasa GO-JEK cukup dengan mengunduh aplikasi GO-JEK di smartphone. Pelanggan kemudian dapat memesan GO-JEK driver sesuai dengan kebutuhan. Tak ada tawar menawar harga seperti ojek konvensional. Biaya sudah diatur sesuai jarak tempuh dan tertera di layar smartphone saat kita memesan jasa.

Setelah mengonfirmasi pesanan, teknologi location-based dari GO-JEK akan mencarikan pengemudi yang posisinya paling dekat dengan pemesan. Setelah seorang driver ditugaskan, pemesan dapat melihat foto driver, mengirimkan sms dan juga meneleponnya.

Keunggulan lainnya yakni GO-JEK memproses pesanan lebih cepat dan pelanggan bisa membayar dengan GO-JEK Credit. Layanan ini tersedia di aplikasi GO-JEK yang telah diunduh dan terpasang di smartphone.

Ditanyai soal GO-JEK di Kota Bogor, Walikota Bima Arya malah balik bertanya. Ia mengaku belum pernah melihat atau mendengar keberadaan GO-JEK di wilayahnya.

“Oya? Memang sudah ada? Saya belum update,” tuturnya.

Sedangkan menurut Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman, GO-JEK bukan moda transportasi yang sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor.

“Akan tetapi itu ada di tengah-tengah kita. Jadi perlu dikendalikan saja, karena kadang mereka juga jadi korban kejahatan. Kita akan koordinasikan dengan DLLAJ, polisi, unsur wilayah seperti camat, lurah, RT/RW dan masyarakat juga,” kata Usmar.

(radar bogor/viv/dee/c14/tia/jpnn/c)