Gayeng, Puncak Peringatan HAN di Istana Bogor

INTERAKTIF: Presiden Joko Widodo berinteraksi dengan anak-anak pada acara puncak peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2015 di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8). Peringatan tahun ini mengambil tema Wujudkan Lingkungan dan Keluarga Ramah Anak.
INTERAKTIF: Presiden Joko Widodo berinteraksi dengan anak-anak pada acara puncak peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2015 di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8). Peringatan tahun ini mengambil tema Wujudkan Lingkungan dan Keluarga Ramah Anak.
INTERAKTIF: Presiden Joko Widodo berinteraksi dengan anak-anak pada acara puncak peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2015 di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8/2015). Peringatan tahun ini mengambil tema Wujudkan Lingkungan dan Keluarga RamahAnak.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) diperingati di Istana Bogor, Selasa (11/8/2015). Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo turut hadir bersama ribuan anak-anak yang diundang dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara digelar di halaman belakang gedung induk Istana Bogor. Saat mendapat kesempatan menyampaikan pidato sambutan, saat itu, Presiden Jokowi lebih memanfaatkannya untuk berdialog bersama anak-anak. Dialog berjalan gayeng karena juga diselingi dengan permainan kuis berhadiah sepeda.

Tingkah-tingkah lucu dan polos dari sejumlah anak keluar ketika itu. Gelak tawa presiden dan sejumlah undangan, termasuk para menteri yang ikut hadir, terus mengiringi dialog presiden bersama anak-anak pada kesempatan itu.

Misalnya, ketika presiden mengundang Puji, salah seorang anak dari Kepulauan Riau untuk naik ke panggung guna menjawab kuis yang diajukan. Setelah diminta menyebutkan 15 nama hewan, si anak sempat ditanya, apakah memiliki kucing di rumahnya.


“Tidak Pak, belikan Pak,” jawab Puji, tetap dengan wajah polos. “Ya sudah, saya punya banyak di rumah, nanti saya kasih satu ya,” timpal presiden, sambil tersenyum.

Tidak berhenti di situ, Jokowi juga sempat menyebut Puji sebagai anak laki-laki yang cerewet. Disebut demikian, Puji kembali menimpali.

“Anak Indonesia harus aktif Pak,” katanya, tidak mau kalah. “Iya bagus, sudah sana ambil sepedanya, dinaiki ya nanti sampai Riau,” sela presiden, disambut tawa hadirin.

Pesan-pesan serius Presiden Jokowi baru disampaikan usai acara selesai. Menyinggung tentang tema hari anak: Wujudkan Lingkungan dan Keluarga Ramah Anak, presiden berpesan agar seluruh elemen masyarakat ikut terlibat di dalamnya.

“Membangun nilai-nilai dan karakter anak itu dari keluarga dan masyarakat, jangan sekali-sekali menggantungkan pada pemerintah,” tegas Jokowi.

Hari Anak Nasional sejatinya jatuh pada 23 Juli. Namun, karena satu dua hal, puncak peringatan baru dilaksanakan Selasa (11/8/2015).

Kegiatan juga diselingi dengan pemberian penghargaan Kota Layak Anak. Yang mendapat penghargaan tersebut adalah Surabaya dan Solo. Penghargaan juga diberikan pada tiga provinsi yang dianggap menjadi penggerak pengembangan kabupaten/kota layak anak di wilayahnya. Mereka adalah Jatim, Daerah Istimewa Jogjakarta, dan DKI Jakarta.

(radar bogor/dyn)