Serasa Musim Semi di Bogor

KEMBALI HIJAU: Sejumlah tanaman kembali tumbuh (kanan) sejak hampir dua bulan kemarau melanda Bogor. (kiri) Sebelumnya tanaman dan pohon di median Jalan Sholeh Iskandar kekeringan.
KEMBALI HIJAU: Sejumlah tanaman kembali tumbuh (kanan) sejak hampir dua bulan kemarau melanda Bogor. (kiri) Sebelumnya tanaman dan pohon di median Jalan Sholeh Iskandar kekeringan.
KEMBALI HIJAU: Sejumlah tanaman kembali tumbuh (kanan) sejak hampir dua bulan kemarau melanda Bogor. (kiri) Sebelumnya tanaman dan pohon di median Jalan Sholeh Iskandar kekeringan.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR–Kemarau berkepanjangan di Kota Bogor memang semakin parah. Namun, hujan kecil yang sesekali terjadi, tampaknya, memberi efek yang luar biasa. Sejumlah tanaman di jalur hijau dan taman yang dulunya mengering kini mulai tumbuh. Misalnya, di sepanjang Jalan Sholeh Iskandar.

Jalur hijau tersebut mulai kembali seperti sedia kala. Daun-daun hijau mulai tumbuh bak musim semi. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor Irwan Riyanto menjelaskan, kemarau panjang kali ini sangat memberatkan. Namun, pihaknya belum menghitung berapa dana yang disediakan untuk mengembalikan kondisi taman dan median jalan yang kekeringan.

“Kami masih mendata, belum bisa menghitung anggaran yang akan dikeluarkan. Yang pasti, masih di bawah Rp1 miliar,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Ketersediaan air juga menjadi masalah krusial. Setiap hari, DKP harus mengasupi empat hektare taman di enam kecamatan Kota Bogor dengan air. Penyiraman itu dilakukan di 27 taman aktif. DKP sudah menyiapkan tiga unit truk tangki air berkapasitas 4.000 liter yang beroperasi dua kali sehari.


Irwan menyebutkan, kerusakan tanaman didominasi pada rumput taman serta tanaman bunga yang kering, karena kekurangan pasokan air tanah. Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan tanaman 30 persennya hampir terjadi di seluruh titik taman dan juga tanaman teduh yang ada di jalur utama Kota Bogor.

”Memang banyak tanaman yang harus diganti, apalagi bunga dan rumput,” terangnya.

Untuk jalur hijau di Sholeh Iskandar, Irwan mengaku kalau pihaknya sengaja tidak menganggarkan pemeliharaan di sana. Alasannya, pemeliharaan tanaman dinilai percuma, lantaran dalam waktu dekat pemerintah akan kembali melanjutkan pembangunan jalan tol yang sempat terhenti.

“Jujur saja, pemeliharaan tanaman di jalur Sholis memang tidak pernah dianggarkan,” ucapnya.(radar bogor/hur/c)