Seniman Bogor Minta Diperhatikan

PRIHATIN: Para seniman Bogor ini berharap ada peran penting dari pemerintah perihal kesenian asli Bogor.
PRIHATIN: Para seniman Bogor ini berharap ada peran penting dari pemerintah perihal kesenian asli Bogor.
PRIHATIN: Para seniman Bogor ini berharap ada peran penting dari pemerintah perihal kesenian asli Bogor.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Budaya Sunda  akhir-akhir ini telah mengalami degradasi. Bahkan, bahasa ibu atau bahasa sunda  pun sudah jarang digunakan. Perkembangan budaya dan bahasa sunda semakin terpinggirkan dengan banyaknya budaya asing yang masuk ke Kota Bogor.

“Bahasa Inggris itu memang penting, tapi jangan lupa untuk mengajarkan bahasa kita sendiri kepada anak-anak kita.  Sebab mereka lah yang akan menggantikan dan jadi penerus kita. Begitu juga dengan budaya, saya berharap anak-anak Indonesia mau mencintai budaya dan tidak mengikuti budaya luar yang keluar dari norma-norma kehidupan,” ujar Seniman Dalang Wayang Bambu, Ki Drajat Iskandar di sela-sela kegiatan pentas seni di  Perum Yasmin, RT 4/10, Kelurahan Cibadak Sabtu (8/8/2015).

Ki Drajat menuturkan, melestarikan seni budaya  sangat lah penting. Sebab jika bukan generasi muda siapa lagi yang akan melestarikannya. Dia juga  mengkritisi, minimnya perhatian pemerintah terhadap pelaku seni.

Dalam kesempatan itu, Ki Drajat mencoba menarik perhatian anak-anak dengan penampilan wayang bambunya yang atraktif.


“Itu saya lakukan agar masyarakat dewasa teruma anak-anak kecil yang menonton tertarik terahadap pertunjukan budaya. Diharapkan bukan hanya budaya sunda saja yang bisa berkembang. Tetapi seluruh budaya yang ada di Indonesia ini juga diharapkan bisa ikut berkembang,” tegasnya.

Ketua RT 4/10 Mama Arif Hidayat, mengatakan,  kegiatan ini diharapkan dapat  mempererat hubungan antar masyarakat. Begitu juga diharapkan keberadaan wayang yang juga sebagai kebudayaan sunda dapat lebih diperhatikan lagi.

“Semoga anak-anak negeri ini bisa semakin peduli  terhadap budayanya,”tukasnya.

(radar bogor/fdm/c)