Sebulan, 16 Kasus Kebakaran

GRAFIS
GRAFIS
GRAFIS

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Bulan ini hingga November  diperkirakan menjadi puncak kebakaran.  Perkiraan tersebut sesuai dengan prediksi BMKG. Bahwa bulan ini, suhu panas melanda wilayah Bogor dan sekitarnya.

Kepala Pelaksan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Bogor  Ganjar Gunawan mengatakan, karakteristik Kota Bogor yang memiliki tempat pemukiman padat, membuat kota hujan sering dilanda bencana. Seperti kebakaran, tanah longsor, pohon tumbang, banjir dan puting beliung.

“Kebakaran terjadi karena arus pendek. Selain itu, kebakaran juga disebabkan lantaran jaringan listrik yang sudah rusak. Kebakaran juga bisa dipicu karena beban dan tegangan yang tidak seimbang. Namun mayoritas penyebab kebakaran adalah, karena arus pendek,” ujar Ganjar seperti dilansir Radar Bogor, Senin (10/8/2015).

Berdasar data instansi  tersebut, dari periode Januari hingga Juli 2015, sedikitnya  terjadi 52 kali kebakaran. Sementara  itu, bulan ini rata-rata terjadi 1–2 kebakaran  tiap harinya. Untuk bulan Juli saja terjadi 16 kebakaran. Yang terakhir adalah kebakaran di kompleks pemukiman padat penduduk di wilayah Bogor Timur.


Kebakaran hampir merata terjadi di 6 kecamatan di Kota Bogor. Untuk penyebabnya, mayoritas kebakaran terjadi karena api terbuka. Misalnya, karena bahan yang cepat terbakar. Sisanya, karena korsleting atau  hubungan arus pendek.

Menurutnya, Kebakaran karena korsleting banyak ditemukan di  daerah yang padat penduduknya. Misalnya, Bogor Barat dan Bogor Utara.

“Dari beberapa kejadian kebakaran rata-rata terjadi karena korsleting  listrik,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi puncak kebakaran,  pihaknya sudah melakukan beberapa antisipasi. Di antaranya dengan memaksimalkan panggilan cepat dan proteksi dini.

Menurutnya, keberadaan fasilitas serta dukungan masyarakat adalah salah satu peran kunci bagi petugas untuk melaksanakan tugasnya. Karena biasanya dalam beberapa kasus kebakaran, masih banyak disebabkan oleh kelalaian masyarakat.

“Masih banyak orang yang lalai, pada dasarnya api itu tidak mengenal mangsanya,” tukasnya.

(radar bogor/fdm/c)