Primus Janjikan Dana Aspirasi

SAPA WARGA: Anggota Komisi VI DPR RI, Primus Yustisio (baju batik cokelat), berfoto bersama usai berdialog dengan warga Desa Sanja, belum lama ini.
SAPA WARGA: Anggota Komisi VI DPR RI, Primus Yustisio (baju batik cokelat), berfoto bersama usai berdialog dengan warga Desa Sanja, belum lama ini.
SAPA WARGA: Anggota Komisi VI DPR RI, Primus Yustisio (baju batik cokelat), berfoto bersama usai berdialog dengan warga Desa Sanja, belum lama ini.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Anggota DPR-RI, Primus Yustisio kembali menyambangi konstituennya dengan berbagai rangkaian acara yang sudah diagendakan. Kali ini anggota DPR dari Fraksi PAN itu mendatangi Desa Sanja, Kecamatan Citereup Selasa, (04/08/2015) dalam bentuk reses.

Kedatangan mantan artis ini pun disambut antusias warga dan aparat desa setempat. Begitupula sebaliknya, suami dari Jihan Fahira ini berterimakasih kepada warga yang sudah memberikan kepercayaan, untuk memilihnya.

Dalam kegiatan reses tersebut, anggota Komisi VI ini mendapat banyak keluhan dan aspirasi warga. Seperti yang disampaikan Yudi Eko (50), warga Desa Sanja. Ia menyampaikan bahwa selama ini produk-produk UKM yang dihasilkan mengalami kesulitan, salah satunya pemasaran.

Menurutnya, masalah itu disebabkan oleh sulitnya memperoleh sertifikat halal dan sertifikat SNI.


“Akibatnya, meski produk UKM unggul dan inovatif, tapi karena tak ditunjang oleh pasar dan sertifikasi halal serta SNI, produk tak bisa menembus pasar yang lebih luas,” katanya.

Selain itu, ia dan warga lainnya berharap agar program-program pembangunan infrastruktur dasar desa bisa lebih massif lagi. Terutama terkait dengan akses jalan antar desa, jembatan dan sanitasi sebagai kebutuhan vital di pedesaan.

Warga juga berharap, dana aspirasi yang diperjuangkan oleh DPR sesegera mungkin terealisasi agar menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar desa tersebut.

Menanggapi hal itu, Primus menjelaskan bahwa dana aspirasi sudah direalisasi oleh pemerintah dari APBN. Nantinya, dana tersebut akan digunakan seluruhnya untuk  kebutuhan infrastruktur desa di Kabupaten Bogor sebagai dapilnya.

Menurut Primus, program pembangunan yang diusulkannya ke pemerintah melalui dana aspirasi itu untuk membantu percepatan pembangunan di desa. Terutama infrastruktur dasar yang bisa membantu akses ekonomi  desa.

“Kalau infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi di desa berjalan, maka tingkat kemiskinan di desa pun perlahan-lahan bisa ditekan,” demikian pungkas Primus.

Primus berjanji, segala aspirasi yang disampaikan dan tidak terjawab pada pertemuan itu akan ditindaklanjuti dan layak untuk diperjuangkan.

(radar bogor/*/dkw)