Terpisah dengan Anak, Babi Hutan Masuk Desa

GRAFIS
GRAFIS
GRAFIS

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Sepekan terakhir, warga di wilayah barat Kabupaten Bogor digemparkan dengan aksi turun gunung puluhan babi hutan. Binatang bertaring tajam itu menyerang perkampungan. Akibatnya, sejumlah warga terluka parah.

Senin (3/8/2015), sekitar pukul 10:00, perut Nana (50) mulas. Warga Cisaranten, Desa Wangun Jaya, Kecamatan Leuwisadeng,kemudian mencari tepian Kali Cisaranten untuk buang hajat. Kala itu Nana sempat mendengar suara gaduh dari semak belukar kian mengencang dan mendekat.

Saat menoleh ke belakang, dimana asal suara itu muncul, nampak seekor babi hutan seukuran kambing dewasa berlari ke arah Nana. Babi itu langsung menyeruduk Nana yang belum sempat memakai celana. Tubuh ringkih pria paruh baya ini terjerembap ke dalam kali.

Si babi rupanya belum puas. Seolah menaruh dendam, binatang liar itu lantas mencabik-cabik Nana dengan taringnya yang tajam.


“Kami mendengar jeritan Pak Nana lantas mengevakuasinya,” kata staf Desa Wangun Jaya, Kecamatan Leuwisadeng, Iwan Inen.

Usai itu babi kembali berlari menuju persawahan di Kampung Cimanggu, Desa Sadeng Kolot. Di lokasi itu, Ranah (42) sedang melintas. Tak pelak, buruh pengangkut batu bata tersebut menjadi korban kedua.

Lagi-lagi si babi menyerang dari arah belakang. Serangan itu membuat tangan Ranah nyaris putus. Babi kembali berlari hingga akhirnya dia terjatuh ke kubangan lumpur di sekitar pabrik batu bata. Nah, saat itu lah Iwan bersama warga berhasil mengepung dan melumpuhkannya.

Setelah babi seberat satu kuintal itu berhasil digorok, warga lantas membawa korban ke RSUD Leuwiliang. Namun pihak rumah sakit merujuk keduanya ke RSUD Kota Bogor lantaran luka yang teramat parah.

Nana tertusuk taring babi di bagian perut sebelah kanan, luka di kepala, serta sejumlah luka sayat di kedua lengan. Sedangkan Ranah mengalami luka sayatan di kedua tangan, luka sobek di kepala dan paha belakang.

“Kami jam lima sore sampai RSUD Kota. Kondisi korban sangat kritis. Penuh luka di sekujur tubuh,” kata Ketua RW setempat, Junita seperti dilansir Radar Bogor, Sabtu (8/8/2015).

Serangan babi hutan terhadap Nana dan Ranah sejatinya bukan tanpa sebab. Sebelumnya babi tersebut ternyata sedang dalam pelarian dari kejaran Iwan bersama sejumlah warga. Karena sedari pagi si babi terlebih dahulu mengacak-ngacak kampung.

Iwan mengatakan, amukan babi di kampung Cisaranten sepenuhnya ulah para pemburu liar. Mereka memang kerap menggiring induk babi hutan keluar menjauh dari sarangnya untuk mengambil anak-anak babi.

“Babi mulai masuk (kampung) karena dikejar anjing pemburu hingga ke desa ini. Kami berusaha mengejarnya,” beber Iwan.

Menurut keterangan warga, serangan babi hutan ini sudah kali kedua terjadi. Kejadian serupa pernah terjadi di desa tetangga, yakni Desa Sukaluyu, Kampung Legok Jambu, Kecamatan Nanggung. Dua kecamatan ini saling berdekatan dengan batasan hutan, habitat asal babi yang menyerang.

“Memang banyak babi di hutan itu. Tapi selama kita tidak mengganggu, mereka juga tidak akan menyerang. Banyak warga yang sering pergi ke hutan, dan memang ada babi di sana. Tapi, sebenarnya mereka tidak mengganggu,” kata warga Cisaranten I RT 04/02, Otong (43).

Otong yang juga ketua RT menuturkan, selama ia tinggal di kampung tersebut, belum pernah ada kejadian mengerikan seperti kemarin. Karenanya, ia sangat terkejut mendengar musibah yang terjadi pada warganya itu.

“Ya, saya kaget begitu dengar kejadian itu. Saya nggak sanggup melihat kondisi mereka (korban),” sahutnya.

Warga makin resah dengan aksi perburuan yang membuat babi-babi hutan turun ke pemukiman. Mayoritas khawatir babi-babi itu kembali menyerang. Warga berharap polisi mengawasi dan menangkap para pemburu liar. Namun, warga juga menyayangkan, belum ada pihak terkait dari pemerintah atau balai konservasi hewan liar yang datang dan mengatasi masalah tersebut.

(radar bogor/rp1/viv/d)