Sensasi Terbang di Langit Bogor

Tim gabungan olimpiade terjun payung tingkat militer, kembali melakukan latihan bersama di Lanud Atang Sendjaja Bogor. Mereka terjun dari ketinggian 5.000 feet.
Tim gabungan olimpiade terjun payung tingkat militer, kembali melakukan latihan bersama di Lanud Atang Sendjaja Bogor. Mereka terjun dari ketinggian 5.000 feet.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Terjun ribuan meter dari pesawat, merupakan hal yang sudah biasa bagi para penerjun profesional. Namun sensasi terbang di langit Bogor dengan ketinggian 5.000 kaki lain lagi.

Jumat (7/8/2015), tim gabungan olimpiade terjun payung tingkat militer, kembali melakukan latihan bersama di Lanud Atang Sendjaja Bogor.

Tim yang terdiri dari satuan dari Phaskas, Kopassus, dan Marinir itu merasakan terjun langsung dari atas langit Bogor.  Kabinpotdirga, Lanud ATS Mayor PNB Kholiq Yulianto, mengatakan, untuk memberikan hasil yang maksimal pada tingkat olimpiade militer yang akan diselenggarakan di Korea Selatan pada Oktober nanti, 14 pasukan elit terus melakukan simulasi latihan terjun dari atas helikopter.

“Belasan prajurit itu terus melaksanakan latihan tanpa mengenal lelah. Mereka melakukan latihan sebanyak 3-5 dalam sehari. Tak hanya latihan briefing, dan cek-up kesehatan, mereka juga menciptakan teknik-teknik khusus. Sehingga bisa membedakan, dari pasukan militer dari negara tetangga lainnya,” ujar Kholiq seperti dilansir Radar Bogor, Sabtu (8/8/2015).


Proses terjun patung dibagi per kloter. Untuk kloter pertama terdiri dari lima orang. Itu berlanjuut sampai selesai.

“Saat melakukan pelompatan hal yang paling dikwatirkan para penerjun adalah ketika terjadi angin besar. Angin yang kencang dapat membuat posisi penerjun jadi tak seimbang. Angin yang kencang juga terjadi pada saat musim kemarau. Untuk mengantisipasi itu, CoPilot dan jumping master harus selalu  bekerjasama,”terangnya.

Para prajurit yang melakukan simulasi terjun payung itu berasal dari satuan elit masing-masing. Seperti dari Phaskas, Kopassus dan Marinir. Diharapkan latihan yang terus dilakukan itu TNI bisa menjadi pemenangnya.

“Kegiatan ini didukung Danlanud ATS, Marsma Dedy Permadi, Danwing 4 Lanud ATS, Kolonel PNB, Dadan Gunawan, Danskadron Udara 6 Letkol PNB Agni Prayogo,” tandasnya.

(radar bogor/fdm/c)