30 Persen Koperasi Dihapus

KAGUM: Nurhayanti (kanan), Ahmad Heryawan dan Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga melihat produk UKM di Tegar Beriman kemarin, Jumat (7/8/2015)
KAGUM: Nurhayanti (kanan), Ahmad Heryawan dan Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga melihat produk UKM di Tegar Beriman kemarin, Jumat (7/8/2015)
KAGUM: Nurhayanti (kanan), Ahmad Heryawan dan Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga melihat produk UKM di Tegar Beriman kemarin, Jumat (7/8/2015)

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Banyaknya koperasi yang tak aktif, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Bahkan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) segera mendata ulang.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Bogor, Az Zahir mengungkapkan, dari 1.695 koperasi yang terdaftar di Kabupaten Bogor sekitar 30 persennnya akan dihapus dan tak dapat mengikuti kegiatan yang diadakan pemerintah.

“Kami akan data ulang koperasi yang ada di Kabupaten Bogor,” ungkapnya saat Hari Koperasi ke-68 tahun di Tegar Beriman, Jumat (7/8/2015).

Lebih lanjut ia mengatakan, verifikasi akan melibatkan lurah, kades, dan Camat. Ia berharap, semua usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Bogor masuk keanggotaan koperasi.


Sehingga, dapat lebih mudah memantau perkembangan dan memasarkan produk yang dihasilkan. Tak hanya itu, mampu bersaing dengan produk luar.

Menurut dia, UKM harus terus menjaga kualitas produk. Peringatan ke-68 tahun Hari Koperasi Nasional di lapangan Tegar Beriman berlangsung meriah.

Bahkan, dibuka Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Menteri Koperasi dan UKM RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Kabupaten Bogor, dipercaya sebagai tuan rumah dengan menggelar produk koperasi dan UKM selama tiga hari.

Bupati Bogor, Nurhayanti mengapresiasi dan bangga karena bisa dipercaya sebagai tuan rumah Harkopnas tingkat Jawa Barat ke-68.

“Itu bukan tanpa alasan, dari 100 koperasi yang berada di Jawa Barat, 10 diantaranya berada di Kabupaten Bogor,” ujar Nurhayanti.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga berharap, keberadaan koperasi bisa terus tumbuh pesat untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian rakyat.

Menurutnya, ada tiga penggerak ekonomi gotong royong di Indonesia yakni, BUMN, pelaku usaha dan koperasi.

“Program kami kedepan bukan lagi berfikir kepada jumlah koperasi yang banyak, akan tetapi berfokus kepada kualitasnya. Koperasi tidak boleh hanya papan nama saja, tetapi harus menonjolkan kualitas,” tutur Agung.

(radar bogor/rub/pkl6)