Pasokan Sapi Bogor Seret

MINIM: Pasokan daging sapi semakin berkurang pasca Lebaran. Diduga terjadi penimbunan daging sapi menjelang Hari Raya Idul Adha
MINIM: Pasokan daging sapi semakin berkurang pasca Lebaran. Diduga terjadi penimbunan daging sapi menjelang Hari Raya Idul Adha

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Minimnya suplai daging sapi segar di pasaran memicu merebaknya penjualan daging yang tidak sesuai ketentuan.  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor mencium adanya penimbunan daging sapi di level pedagang, mendekati peryaan Hari Raya Idul Adha.

Kabid Perdagangan pada Disperindag Kota Bogor Mangahit Sinaga menyatakan, kenaikan harga daging sapi diduga karena ada penahanan ternak yang dilakukan petani sapi jelang hari raya kurban.

Itu kemudian memengaruhi harga pasar serta berdampak pada kelangkaan daging sapi di lapak pedagang.

“Kalau pukul 14:00 saja, daging di pasar sudah habis. Itu terjadi karena stok daging minim,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor, jumat (7/8/2015).


Pihaknya pun sudah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait harga daging sapi yang belum stabil. Padahal, sambungnya, harga daging sapi sudah harus kembali normal usai Idul Fitri.

“Seharusnya sudah di bawah Rp100 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil pemantauan harga  yang dilakukan di tujuh pasar di Kota Bogor, harga daging sapi di angka Rp110 ribu per kilogram, daging ayam Rp32 ribu per kilogram, dan telur ayam Rp21 ribu per kilogram.

“Kami tidak akan melakukan operasi pasar, sebab kenaikannya hanya pada komoditas tertentu saja, dan masih di bawah 10 persen dari seluruh komoditas yang ada,¨ tegasnya.

Terpisah, Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian Kota Bogor drh Wina mengatakan, Kota Bogor merupakan daerah konsumen sapi yang cukup tinggi. Sementara, lahan yang ada untuk budidaya ternak sapi masih terbatas.

“Total populasi sapi milik peternakan di Kota Bogor sekitar 900 ekor,” terangnya.

Sapi yang dipotong di rumah potong hewan (RPH) sebagian besar merupakan sapi yang diimpor dari Australia. Namun, ada juga sapi lokal yang dikirim dari Jawa Timur, meski jumlahnya tidak banyak. Sehingga sapi impor masih diandalkan untuk memenuhi konsumsi daging sapi di Kota Bogor.

Dia menyebut, berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2014, konsumsi pangan hewani di Kota Bogor berjumlah 22,1 ton setiap harinya.

“Harga daging sapi tergantung dari harga sapi hidupnya. Untuk sapi impor dipengaruhi juga oleh kuota importasi sapi,” tandasnya.

(radar bogor/hur/c)