Gagal Nyalo, Posko Perusahaan Dibakar

GRAFIS
GRAFIS
GRAFIS

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Bangunan posko pengamanan milik PT. Ferry Sonnevile di Kampung Tlanjungudik, Desa Tlanjungudik, dibakar massa, Kamis (6/8/2015). Diduga, pembakaran dilakukan ratusan orang tak dikenal ini terkait masalah percaloan tanah.

Saksi mata, Cahyadi (41) menerangkan, kejadian berawal dari kedatangan seorang perempuan yang diduga calo membawa calon pembeli ke lokasi tanah seluas 16 hektar itu.

“Pagi-pagi ada yang mau beli tanah. Penjaga pos kami menerangkan bahwa tanah ini tidak dijual. Kemudian keduanya pergi. Pembelinya sempat berterima kasih kepada kami karena merasa nyaris tertipu,” ujarnya.

Sebelum keduanya pergi, salah satu penjaga posko mengeluarkan kamera HP dan menfoto tamu itu. “Kami ambil gambar untuk laporan ke atasan bahwa ada orang yang datang,” terangnya. Selang beberapa jam, beberapa anggota datang dengan senjata lengkap.


Oknum polisi itu memarahi penjaga posko akibat aksi pemotretan yang dilakukan. Dan beberapa menit kemudian, ratusan massa datang merusak posko.

“Jam dua siang anggota datang dan 30 menit kemudian ratusan masa datang melakukan pengerusakan,” terangnya.

Anggota keamanan yang juga karyawan PT Ferry sempat berusaha mencegah. Namun, ketegangan itu berbuntut pada penganiyayaan terhadap Erwin (30), warga Gunungputri dan berlanjut penghancuran.

“Kami sempat ajak negosiasi. Tapi, karena mereka banyak, kami tidak bisa apa-apa. Bahkan, kawan kami dipukul hingga bibirnya robek,” ujarnya. Erwin yang terluka langsung dibawa ke Rumah Sakit Centra Medica untuk visum.

“Dari pihak perusahaan kami minta agar Erwin di bawa ke rumah sakit,” tukasnya. Subuhnya (kemarin, red) sekitar pukul 05:00, ratusan massa itu kembali datang dan membakar posko.

“Saya kira mereka tidak berani bakar posko karena ada anggota Polsek, ternyata mereka nekad dan polisipun diam,” kesalnya.

Sementara itu Direktur PT Ferry Sonnevile, Maman Daning menyesalkan tindakan anarkis massa. Dia menduga, pelaku pembakaran suruan orang yang selama ini mengklim punya hak atas tanah milik PT Ferry Sonnevile.

Menurutnya, jika ada yang merasa punya hak atas tanah itu lebih baik menunjukkan bukti. Bukan menggerakan massa melakukan keributan yang akhirnya membuat warga tidak nyaman.

Dia mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus perusakan dan pembakaran ini kepada pihak berwajib. Meski punya massa yang tidak kala banyaknya, tokoh masyarakat ini lebih memilih menempuh jalur hukum.

“Ya, kami serahkan kepihak yang berwajib untuk mengusutnya. Itu jalan terbaik. Bukan melakukan serangan balasan,” terangnya bijak. Kata dia, PT Ferry punya hak atas tanah itu dengan bukti yang dimiliki.

Menanggapi penyerangan itu, Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto berjanji akan melakukan penyelidikan oknum dibalik insiden itu.

“Untuk menetapkan adanya oknum, tidak bisa cepat disimpulkan. Kami harus lidik dahulu,” tuturnya. Terkait pembakaran, Suyudi berjanji secepatnya menjerat pelaku.

(radar bogor/azi/c)