Puluhan Anak Tertular HIV

GRAFIS

GRAFIS

POJOKSATU.id, RADAR BOGOR-Dinkes Kabupaten Bogor mencatat, penderita HIV dan Aids meningkat 135,2 persen dari tahun 2013 ke tahun 2014. Pada 2013, ditemukan 88 kasus dan meningkat di tahun 2014 menjadi 207 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan pada Dinkes Kabupaten Bogor, Kusnadi mengatakan, secara kumulatif sejak 2003 sebanyak 944 orang menderita HIV dan Aids.

Bukan hanya orang dewasa. Penyakit menular tersebut, menjangkit 38 anak diantaranya 10 bayi di bawah umur 1 tahun, 16 balita, dan 8 anak di bawah 9 tahun.

“Kenaikan antara lain karena meningkatnya kelompok resiko tinggi,” ujarnya

Kelompok beresiko tinggi yang dimaksud antara lain pekerja seks,  pengguna narkoba dan juga pola seks tidak sehat. Orang tua pengidap Aids, dapat menularkan penyakit tersebut kepada anak-anak.

Kusnadi menambahkan, jumlah ini berdasarkan data penderita yang berobat atau melapor. menurut dia, jumlah penderita bisa jadi lebih besar karena ada sebagian penderita yang tidak mau berobat karena malu.

ia menambahkan, perkembangan penderita HIV di Kabupaten Bogor dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. tahun 2011 sebanyak 82 kasus dan 2012 naik menjadi 109 kasus.

Menurut dia, pengendalian penyakit ini dulunya dilakukan dengan memberikan obat atau antisipasi dini dengan memberikan penyuluhan kepada pekerja seks yang terlokasi disejumlah titik yang sering dijadikan tempat prostitusi. namun program nongol babat pemerintah yang membubarkan lokasi tersebut membuat para pekerja seks menyebar kemana-mana.

“Sekarang, kita sulit mendatangi kelompok resiko tingginuntuk dibagikan obat, atau penyuluhan,” tuturnya.

Selain itu, stigma masyarakat bahwa terserang HIV/Aids merupakan aib, juga menjadi kendala bagi pmerintah untuk melakukan pengendalian.

“Banyak penderita yang seharusnya untuk langsung berobat, malah menutup diri dari dunia luar, ” ungkapnya.

Padahal, saat pengidap terserang virus HIV, segera mendapat obat ARV yang digratiskan pemerintah, penyakit tersebut bisa dicegah penularannya.

“Memang tidak menyembuhkan tapi mampu mengurangi penularan dan penambahan status menjadi Aids,” papar dia.

ARV menurut Kus, bekerja memproduksi lebih banyak sel darah putih yang berfungsi menghalau bakteri dalam tubuh.

(radar bogor/ful)

Feeds