Pemain Persikabo Jadi Pengangguran

EFEK DOMINO: Skuat Persikabo Bogor melakukan latihan ringan di Stadion Persikabo. Para pemain terancam jadi pengangguran akibat Divisi Utama dihentikan PSSI.
EFEK DOMINO: Skuat Persikabo Bogor melakukan latihan ringan di Stadion Persikabo. Para pemain terancam jadi pengangguran akibat Divisi Utama dihentikan PSSI.
EFEK DOMINO: Skuat Persikabo Bogor melakukan latihan ringan di Stadion Persikabo. Para pemain terancam jadi pengangguran akibat Divisi Utama dihentikan PSSI.

POJOKSATU.id, CIBINONG—Penghentian kompetisi ISL dan divisi utama berdampak besar. Hal itu membuat ratusan pemain maupun puluhan pelatih praktis menjadi pengangguran.

Seperti dialami Persikabo Bogor. Begitu PSSI mengumumkan liga profesional resmi dihentikan, kegiatan latihan terpaksa ditunda. Padahal pada 6 Mei mendatang, Laskar Padjadjaran akan menjamu Persikad Purwakarta.

Direktur Opersional Persikabo, Mahputyono mengatakan, tidak bisa berbuat apa-apa pasca pemberhentian kompetisi oleh PSSI. Hal ini berdampak besar dengan kerugian yang tidak ternilai secara finansial bagi klub.

“Kami sudah mulai sejak enam bulan lalu. Sponsor pun enggan merapat karena kompetisi tidak jelas,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.


Sementara Pelatih Persikabo Jhon Arwandi mengaku pasrah. Ia menyerahkan nasibnya beserta para pemain ke tangan manajemen. “Kami tunggu saja. Asalkan hak-hak pemain tetap dipenuhi manahemen. Untuk sementara anak-anak diliburkan latihan dulu,” bebernya.

Jhon juga menambahkan, saat ini tak tahu apa yang harus dilakukan. Keputusan PSSI menghentikan kompetisi membuat ia dan rekan seprofesi di sepakbola bingung.

“Sangat sedih, karena namanya juga nyari duit di bola. Malah sekarang dihentikan. Secara otomatis lahan pekerjaan kami hilang,” timpal Kapten Persikabo, Nazar Hadi.

Sementara itu, Sekjen Kabomania Zulkarnain Syah menilai keputusan PSSI sangat riskan. “Menpora harus kasih tekanan ke PSSI, setidaknya ke PT Liga untuk tetap menggulirkan kompetisi,” singkatnya. (nal/c)