Alur SBMPTN Berubah

GRAFIS
GRAFIS
GRAFIS

POJOKSATU.id, BOGOR-Ada yang berbeda dalam pendaftaran seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) tahun ini. Tahun lalu siswa harus mendaftar dulu sebelum membayar, sedangkan tahun ini sebaliknya. Yaitu, membayar dulu baru mendaftar untuk memilih program studi (prodi).

Panitia SBMPTN dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Bekti Cahyo Hidayanto menyatakan, alur tahun ini memang berbeda. Siswa diharuskan membayar dulu sebelum mendaftar. Namun, sebelum membayar, siswa tetap harus log in ke laman sbmptn.or.id. Tujuannya, mengambil kode aktivasi pendaftaran (KAP), personal identification number (PIN), dan kode pembayaran bank.

“Sebab, KAP, PIN, dan kode pembayaran yang digunakan untuk membayar di bank,” papar Bekti.

Setelah itu, siswa kembali log in ke laman. Nah, saat itu mereka bisa melakukan pendaftaran, mulai mengisi profil identitas, memilih pro di, hingga mendapatkan nomor kursi.


Bekti menjelaskan, panitia jelas mempunyai pertimbangan dalam mengubah alur tersebut. Tahun lalu alur pendaftaran membuat banyak siswa kebingungan. Siswa mendaftar dulu baru membayar. Tetapi, setelah membayar, siswa harus log in lagi untuk mendapatkan nomor kursi.

Permasalahannya, banyak siswa yang lupa tidak log in lagi setelah membayar. Jadi, ketika datang ke tempat ujian, siswa tidak punya kursi karena tidak log in lagi setelah membayar.

Namun, fenomena tersebut terjadi di provinsi lain. Karena itu, panitia SBM PTN menyepakati perubahan alur saat evaluasi.     “Sebenarnya, alur yang sekarang mirip dengan alur SBMPTN dua tahun lalu. Dalam pendaftaran yang sekarang, setelah membayar dan log in, siswa akan langsung mendapat nomor kursi,” katanya.

Untuk pilihan prodi, Bekti menuturkan tidak ada perubahan seperti  tahun lalu.  Untuk saintek dan soshum, bisa memilih dua prodi. Lalu, untuk campuran, bisa memilih tiga prodi. SBM PTN beda dari seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Sebab, SBM PTN tidak mempermasalahkan jurusan IPA atau IPS saat SMA.

Misalnya, saat SMA, seorang siswa berasal dari IPS. Ketika mengikuti SBM PTN, siswa IPS bisa memilih fakultas kedokteran. Bahkan, siswa SMK bebas memilih jurusan yang diinginkan.(jpnn)