Taman Bogor Jadi Lokasi Selfie

SERU: Latar belakang taman yang cantik dengan pernak-pernik menjadi lokasi selfie yang asyik bagi para pelancong di Kota Hujan. (Insert) Kepadatan kendaraan di Jalan Pajajaran di awal libur panjang jumat kemarin.
SERU: Latar belakang taman yang cantik dengan pernak-pernik menjadi lokasi selfie yang asyik bagi para pelancong di Kota Hujan. (Insert) Kepadatan kendaraan di Jalan Pajajaran di awal libur panjang jumat kemarin.
SERU: Latar belakang taman yang cantik dengan pernak-pernik menjadi lokasi selfie yang asyik bagi para pelancong di Kota Hujan.

POJOKSATU.id, BOGOR-Antrean kendaraan mengular panjang di akses-akses masuk Kota Hujan, jumat. Ada yang sengaja berkunjung, ada juga limpahan dari kemacetan Tol Jagorawi dari dan menuju kawasan Puncak. Semua tumpah di ruas protokol bilangan Pajajaran.

Pantauan Radar Bogor, macet nyaris terjadi di hampir seluruh ruas jalan. Bahkan hingga ke jalur-jalur alternatif. Pengendara roda dua dan empat yang tak kuat berlama-lama di jalan, memilih menepi dan beristirahat. Kondisi itu memperparah kemacetan karena mereka parkir di bahu jalan.

Sementara itu, sejumlah taman yang telah dipercantik Pemkot Bogor kemarin mendadak menjadi lokasi wisata. Salah satunya taman yang terletak di samping rumah dinas walikota di Jalan Pajajaran. Lampu-lampu rangkaian huruf yang membentuk kata ‘Bogor’ menjadi latar ber-selfie ria.

“Seru-seruan aja. Sambil istirahat, capek di motor,” tutur Wandi (24), warga Depok yang hendak menuju Puncak.


Kawasan Istana Bogor juga masih menjadi tujuan wisata favorit. Puluhan mobil berpelat B terparkir hingga sepanjang 500 meter. Agung Sunarto misalnya. Warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu menyempatkan mampir di samping Istana Bogor. Itu seolah menjadi kewajiban bagi keluarga mereka sebelum menuju kawasan Puncak.

“Mau liburan ke puncak. Mampir dulu lihat rusa,” tutur pria beranak tiga itu.

Ramainya pengunjung di libur panjang ini dimanfaatkan warga sekitar Bogor berjualan wortel di kawasan Istana. Seperti Sutini (34) warga Empang, Bogor Selatan. Hanya dalam waktu dua jam, ia mampu menjual 10 kilogram wortel kepada pelancong. “Seiketnya Rp4 ribu,” tutur Sutini.(all/c)