Anton Motivasi Anak tanpa Anus

KEPEDULIAN: Anggota DPR RI Anton S Suratto saat berkunjung ke rumah orang tua Fitriani (8). Fitri sendiri baru saja menjalani operasi anus, beberapa waktu lalu.
KEPEDULIAN: Anggota DPR RI Anton S Suratto saat berkunjung ke rumah orang tua Fitriani (8). Fitri sendiri baru saja menjalani operasi anus, beberapa waktu lalu.
KEPEDULIAN: Anggota DPR RI Anton S Suratto saat berkunjung ke rumah orang
tua Fitriani (8). Fitri sendiri baru saja menjalani operasi anus, beberapa waktu lalu.

POJOKSATU.id, CITEUREUP-Anggota DPR RI Anton S Surato kembali menunjukkan rasa empatinya terhadap bocah tanpa anus, Fitriani (8). Setelah membantu ongkos pergi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCMI Jakarta, kemarin, kader Demokrat itu menyambangi rumah orang tua Fitriani di Kampung Bolang, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup.

Setibanya di lokasi, Anton disambut tangisan orang tua Fitriani, Acang (41) dan Idah (42). Kehadiran politisi partai berlambang bintang marcy ini tidak ada kaitannya dengan agenda politik.

Anton mengaku, hanya untuk melihat langsung kondisi Fitriani setelah menjalani operasi di RSCM. “Saya hanya memastikan kondisi Fitriani,” terang Anton.

Dalam kesempatan itu, Anton juga memberikan nasehat kepada orang tua Fitriani untuk tabah dan terus berusaha menjalani hidup. Selain itu, Anton juga menyantuni sang anak untuk membantu biaya pendidikannya. “Ada sedikit biaya. Ini tidak ada apa-apanya, mudah-mudahan bisa membantu ibu dan bapak untuk membeli buku,” terangnya.


Tak seperti reses, Anton tidak menyosialisasikan program empat pilar kebangsaan. Melainkan hanya berpesan agar sang anak giat belajar untuk meraih cita-citanya jadi dokter. “Saya Tanya, apa cita-cita Fitri? Dia bilang ingin jadi dokter. Saya hanya bisa memanjatkan doa agar cita-citanya tercapai. Fitri dengan bimbingan orang tua harus berusaha menggapainya,” kata Anton.

Paparnya, untuk menyelesaikan persoalan warga seperti yang dialami keluarga Idah, maka dibutuhkan semangat kebersamaan. Makanya, sikap tolong-menolong harus jadi budaya yang tetap dilestarikan. “Saya rasa budaya saling tolong sangat penting. Ini hanya kritikan untuk diri saya,” terangnya.

Sementara itu, Kaur Program Desa Tajur Revalino Dalizar mengapresiasi apa yang telah dilakukan anggota parlemen itu. “Saya mewakili desa berterima kasih atas bantuan anggota dewan,” tuturnya.

Untuk diingat, sebelumnya Idah yang hendak membawa anaknya ke rumah sakit, sempat kesulitan mendapatkan biaya. Setelah kabar tersebut  diketahui Anton, Idah pun dibantu biaya ke rumah sakit. Anton juga menjamin biaya hidup Idah dan Fitri selama seminggu lebih di RSCM.(azi/c)