Pembangunan di Telaga Warna Dihentikan Satpol PP

DIHENTIKAN: Petugas Satpol PP Kabupaten Bogor memeriksa beberapa bangunan di kawasan wisata alam Telaga Warna, Kecamatan Cisarua, selasa.
DIHENTIKAN: Petugas Satpol PP Kabupaten Bogor memeriksa beberapa bangunan di kawasan wisata alam Telaga Warna, Kecamatan Cisarua, selasa.
DIHENTIKAN: Petugas Satpol PP Kabupaten Bogor memeriksa beberapa bangunan di kawasan wisata alam Telaga Warna, Kecamatan Cisarua, selasa.

POJOKSATU.id, CISARUA–Satpol PP Kabupaten Bogor mendatangi kawasan wisata alam Telaga Warna, Cisarua, kemarin. Ini dilakukan karena beberapa bangunan di lahan naungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) itu belum memiliki izin.

Bukan hanya itu, aparat penegak peraturan daerah (perda) juga menemukan berbagai macam pelanggaran lain. Seperti bangunan bungalow yang berdiri jaraknya terlalu dekan dengan tepian Danau Telaga Warna.

Kabid Pembinaan dan Pemeriksaan Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah mengatakan, ada laporan jika bangunan di tempat itu diduga tak berizin. Sejumlah bungalow itu dibangun PT Lintas Daya Kreasi.

Saat ini, pihak pengusaha baru mengantongi izin dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pada 2004. Mereka punya izin lahan seluas 2 hektare untuk mendirikan sepuluh bungalow di sekitar tempat tersebut.


Saat ini baru dibangun lima bungalow di Telaga Warna. Sisa pembangunannya pun terpaksa dihentikan sebelum izin keluar. Dalam waktu dekat, kata dia, Satpol PP akan mengundang kemenhut, perusahaan, dan instansi terkait untuk membicarakan hal itu.

“Walau sudah ada izin dari Kemenhut dan diberikan kewenangan membangun, izin dari pemerintah daerah harus dilakukan,” tegasnya. Dia menambahkan, bukan hanya izin mendirikan bangunan (IMB) yang dilanggar, tapi jarak yang sudah ditetapkan PSDA, yaitu hanya 2 meter dari bibir danau, juga dilanggarnya.

“Seharusnya kalau menurut aturan, jarak bangunan harus 50 meter dari bibir danau. Bangunan ini juga paling hanya berjarak dua meter dari bibir danau,” pungkasnya.(hur/c)