Izin Karaoke Terancam Dicabut

BODONG: Tempat karaoke di kawasan Bogor Timur yang diduga bodong dan menjual minuman beralkohol.
Tempat karaoke di kawasan Bogor Timur yang diduga bodong dan menjual minuman beralkohol.

POJOKSATU.id, BOGOR–Pelanggaran yang dilakukan sejumlah Karaoke membuat anggota dewan berang. Terlebih dalam inspeksi mendadak yang dilakukan dewan beberapa waktu lalu, pengelola sejumlah arena bernyanyi berhasil menutupi pelanggaran yang ada.

“Makanya, itu (sidak) yang salah. Kami akan kami tinjau ulang ke lokasi. Pemilik wajib memiliki izin dari Disperindag dan izin dari instansi terkait lainnya,” cetus anggota Komisi A DPRD Kota bogor, Jatirin.

Menurutnya, penjualan minuman beralkohol di Kota Bogor hanya diperbolehkan di hotel berbintang, suparmarket, hypermarket, restoran, dan bar. Faktanya, Istana Karaoke di bilangan Pulo Armin, Bogor Timur hanya mengantongi rekomendasi dari supplier minuman, serta konsultasi dari bea cukai.

“Dia (pengelola) memang mengakui itu, saya apresiasi itu. Tapi tetap di sini ada aturan yang wajib dipatuhi. Pelanggaran ini jelas fatal sekali kalau benar terbukti,” katanya.


Ke depannya, Jatirin akan mendorong izin arena bernyanyi dicabut. Hingga dewan menggodok peraturan daerah untuk memberi payung hukum perlindungan masyarakat dan investor jenis hiburan karaoke. Terlebih sejumlah arena bernyanyi menyediakan layanan pemandu lagu (PL) ‘plus-plus’.

“Waktu kami sidak, pengelola memang mengakui hal itu juga. Tapi kata dia, semua pegawai yang melakukan itu sudah dipeccat. Kalau kami ke sana tapi tidak ada perubahan, terpaksa harus kami tutup,” imbuhnya.

Anggota Komisi A, Ahmad Aswandi juga meminta pemkot bersunguh-sungguh memerangi dan menekan peredaran minuman keras. Bukan hanya pada warung dan minimarket saja. Namun pada cafe dan tempat hiburan malam (THM).

“Peredaran minuman keras kian memprihatinkan. Padahal Kota Bogor berlabel Kota Halal pada 2010. Mana buktinya?,” kata dia.

Untuk itu, walikota harus memberlakukan sanksi kepada setiap minimarket, toko, cafe, dan tempat hiburan malam yang terbukti menjual minuman beralkohol. Bila perlu, pemkot mencabut surat izin usaha perdagangan (SIUP) yang bersangkutan.

“Kami harap Bima (walikota) bisa mempertahankan prestasi Kota Halal,” tegasnya.

Terlebih, larangan minuman beralkohol telah tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 Tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Mihol (Minuman Beralkohol). Terhitung mulai 16 April 2015.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Bogor Eko Prabowo menegaskan bahwa pihaknya kini sedang menelusuri pelanggaran di tempat hiburan karaoke. Dalam waktu dekat, Satpol PP akan memanggil pemilik Istana Karaoke.

“Kami akan panggil yang bersangkutan kalau memang seperti itu. Fakta yang ada, kami gunakan untuk bahan lanjutan,” ungkapnya saat dikonfirmasi Radar Bogor, kemarin.(dhi/tik/c)