Hokben Fokus Jawa Bali , 30 Tahun Punya 146 Gerai

HUT KE-30: Fransisca Lucky (tiga dari kiri) bersama manajemen Hokben dan para stakeholder berpose bersama usai seremoni peringatan HUT ke-30 Hokben, selasa.
HUT KE-30: Fransisca Lucky (tiga dari kiri) bersama manajemen Hokben dan para stakeholder berpose bersama usai seremoni peringatan HUT ke-30 Hokben, selasa.
HUT KE-30: Fransisca Lucky (tiga dari kiri) bersama manajemen Hokben dan para stakeholder berpose bersama usai seremoni peringatan HUT ke-30 Hokben, selasa.

POJOKSATU.id, BOGOR–Siapa yang tak kenal dengan Hoka Hoka Bento (Hokben). Restoran ala Jepang itu per 18 April lalu tepat berusia 30 tahun mengembangkan usaha kuliner di Indonesia. Dan, Hokben akan terus melakukan ekspansi dengan berbagai cara.

Namun, Hokben masih fokus di Jawa dan Bali. “Padahal sudah banyak vendor dan investor yang meminta untuk kami ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bahkan Papua,” ujar Marcom Grup Head PT Eka Bogainti Mrs Francisca Lucky kepada Radar Bogor, selasa.

Ia menjelaskan, pengembangan di luar Jawa-Bali masih terkendala distribusi bahan baku. Bagi Hokben, distribusi menjadi faktor utama. Kalau distribusi kebutuhan outlet dari pabrik Cirasas terlambat, kualitas akan menurun. “Kami lebih mengutamakan kualitas. Kalau distribusi lama, tidak akan fresh hasilnya,” ungkapnya.

Bahkan untuk mempertahankan kualitas, distribusi dilakukan dalam sehari sampai dua kali, pagi dan sore hari. Tahun ini, Hokben akan menambah beberapa gerai baru di daerah Jakarta. Gerai Hokben sendiri sekarang sudah 146 unit, 2 di Bali dan sisanya di Pulau Jawa.


Beberapa gerai di Jabodetabek sudah dilengkapi dengan Hok Cafe. Hokben juga akan menambah varian menu di tahun ini. “Tapi paket lama yang menjadi favorit pelanggan akan kembali berlaku,” tambahnya. Seperti paket Hokben spesial, paket ABCD, paket klasik dan lainnya.

Ia menambahkan, tahun ini, pihaknya lebih kepada pemberian apresiasi kepada rebranding dan stakeholder yang mendukung. Seperti vendor, konsumen dan karyawan. Hokben juga akan tetap mempertahankan market keluarga dengan memberikan pelayanan terbaik. “Tempat nyaman untuk keluarga, usia 18 sampai 35 tahun,” ucapnya.

Tahun ini, CSR Hokben juga memperhatikan pendidikan anak-anak. Memperbaiki sekolah, pengadaan perpustakaan maupun pemberian beasiswa warga sekitar outlet maupun anak karyawan. Hokben pertama beroperasi di Kebun Kacang, Jakarta 18 April 1985. Hingga kini bentuk bangunan masih tetap dipertahankan sebagai warisan sejarah.(mer/c)