Dompet Dhuafa Siap Kelola Aset Sitaan

ANTIKORUPSI: Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi menyerahkan buku kepada salah seorang peserta pelatihan antikorupsi di Dompet Dhuafa Parung, selasa.
ANTIKORUPSI: Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi menyerahkan buku kepada salah seorang peserta pelatihan antikorupsi di Dompet Dhuafa Parung, selasa.
ANTIKORUPSI: Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi menyerahkan buku kepada salah seorang peserta pelatihan antikorupsi di Dompet Dhuafa Parung, selasa.

POJOKSATU.id, PARUNG—Dompet Dhuafa menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan pendidikan anti korupsi kepada pelajar dan masyarakat. Kerjasama itu diawali pendidikan anti korupsi di Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa Parung, kemarin.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua KPK Adnan Pandu Praja dan Wakil Ketua KPK nonaktif Bambang Widjojanto. Adnan Pandu mengatakan, mereka ingin membantu Dompet Dhuafa membangun karakter bangsa yang jujur.

“Dengan perkembangan penduduk makin pesat, kami ingin program anti korupsi ini bisa membangun karakter bangsa yang jujur,” ujar mantan Sekretaris Jenderal Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu kepada wartawan, kemarin.

Dalam kerjasama ini, kata dia, KPK akan memberikan aset-aset pejabat yang disita negara untuk dipergunakan Dompet Dhuafa. Seperti dilakukan di Brazil. Pemerintah di sana, memberikan rumah tahanan yang disita untuk dikelola salah satu instansi.


“Kenapa kita tidak bisa mengadopsi cara itu. Aset negara sitaan itu tetap milik negara, namun dikelola Dompet Dhuafa. Saya belum dapat sebutkan aset mana yang akan diberikan,” terangnya.

Sementara itu, General Manager Pendidikan Dompet Dhuafa, Sri Nurhidayah mengatakan, Dompet Dhuafa bersama KPK mulai menggagas wacana pusat belajar anti korupsi berbasis keluarga.

“KPK sudah memberikan modul dan filim. Modul itu akan diberikan kepada penerima manfaat yang dimulai dari ibu-ibu hingga mahasiswa,” terangnya. Kata dia, untuk mengatakan tidak pada korupsi itu tidak mudah.

Semuanya diawali dari keluarga. Melawan korupsi, anak juga dapat menyemangati dan memberikan dukungan kepada orangtua. “Kami akan mendorong kepala keluarga untuk dapat hidup bersih,” tandasnya.(rp7/c)