Tak Ada Target di ‘Jambu Dua’, Banggar dan Kepala BPKAD Diperiksa

Bintatar Sinaga
Bintatar Sinaga
Bintatar Sinaga

POJOKSATU.id, BOGOR-Penyelidikan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Pasar Jambu Dua, berjalan lamban. Musababnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor tak memiliki target dalam penyelesaian kasus tersebut.

“Kami sudah ekspose gelar perkara. Dalam kasus ini kami tidak ada target. Kami diminta hati-hati serta jangan terburu-buru,” papar Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bogor, Donny Haryono Setiawan kepada Radar Bogor.

Kemarin, penyidik kembali memeriksa saksi-saksi. Yakni dua anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor Yus Ruswandi dan Atty Somaddikarya, serta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor, Hanafi.

Pantauan Radar Bogor, ketiganya tiba di gedung Kejari bilangan Ir H Djuanda sekitar pukul 09:00 pagi. Pemeriksaan estafet ketiganya berlangsung selama sembilan jam.


Dua anggota banggar selesai diperiksa 15 menit lebih awal. Yus Ruswandi dan Atty Somaddikarya meninggalkan gedung Kejari sekitar pukul 18:05. Keduanya mengaku dicecar 18 pertanyaan terkait penganggaran lahan bakal relokasi tersebut.

“Tadi seputar penganggaran Jambu Dua. Termasuk KUA PPAS,” kata Yus Ruswandi kepada pewarta.

Berselang 15 menit kemudian, Kepala BPKAD Kota Bogor, Hanafi keluar dari ruang pemeriksaan. Ia pun dicecar 18 pertanyaan oleh penyidik. “Tadi ada 18 pertanyaan. Semuanya terkait penganggaran,” ujar Hanafi seraya mengisap sebatang rokok.

Sebelumnya, penyidik sudah memeriksa Ketua DPRD Untung Maryono dan Sekretaris Daerah Ade Sarip Hidayat pekan kemarin.

Namun lamanya peningkatan status kasus tersebut dipertanyakan sejumlah kalangan. Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor,  Zentoni mengatakan, 30 lebih saksi yang sudah diperiksa. Seharusnya penyidik sudah memiliki cukup bukti untuk meningkatkan status tersebut dan menetapkan tersangka.

“Tinggal menunggu keberanian Kejari. Mau dilanjut atau tidak? Jangan digantung terus. Jika Kejari tidak sanggup, silakan minta supervisi ke KPK. Nilai dalam kasus ini cukup besar, lebih dari satu miliar. Sudah ranah KPK,” katanya kepada Radar Bogor kemarin.

Senada dikatakan pakar hukum Universitas Pakuan, Bintatar Sinaga. Menurutnya, perjalanan kasus Jambu Dua di Kejari sebenarnya sudah ada perkembangan. Semua sudah mengarah dan pada akhirnya akan terang benderang.

“Dengan jumlah orang yang sudah diperiksa tentunya ini sudah jelas dan ditingkatkan statusnya,” kata dia.

Dalam waktu dekat, penyidik juga bakal memeriksa Walikota dan Wakil Walikota Kota Bogor Bima Arya-Usmar Hariman. Juga pemilik lahan di blok B Pasar Jambu Dua, Angka Wijaya alias Angkahong.(all/c)