Pasokan Beras Melimpah, Harga Turun

Beras
Pedagang Beras. (ilustrasi)
BANYAK STOK: Pedagang beras di Pasar Jambu Dua sedang melayani pembeli. Bulan ini pasokan beras melimpah sehingga harganya turun.
BANYAK STOK: Pedagang beras di Pasar Jambu Dua sedang melayani pembeli. Bulan ini pasokan beras melimpah sehingga harganya turun.

POJOKSATU.id, BOGOR–Beras lokal hasil panen Maret hingga April ini melimpah di pasar tradisional Bogor.  Walaupun ada yang masih menjual beras impor, itu merupakan sisa dari bulan-bulan lalu, saat belum memasuki masa panen.

“Saat ini beras lokal yang membanjir pasar. Import sudah tidak masuk lagi. Dari awal Maret lalu, mulai masuk panen raya,” ujar owner Toko Beras Dwi Sri, Irawan kepada Radar Bogor, senin. Ia juga menuturkan selama dua bulan terakhir ini, hampir seluruh toko beras di Bogor menampung beras lokal dari berbagai daerah sentra lumbung pangan.

Selain hasil panen dari dalam Bogor sendiri, beras berasal dari Demak, Kudus, Karawang, Lebak dan Cianjur. “Paling banyak dari Demak,” tambah Irawan. Pasokan beras lokal lebih banyak beras jenis medium, sedangkan untuk jenis premium ada hanya tidak lebih banyak dari jenis medium.

Sesuai dengan pasar, untuk permintaan jauh lebih tinggi beras jenis medium. Saat ini harga beras sudah normal bahkan cenderung turun dibandingkan akhir Maret lalu. Rata-rata turun Rp1.000 sampai Rp1.500 perkilogram. Antara lain, beras jenis medium KW 1 yang semula Rp10 ribuan menjadi Rp9 ribuan perkilogram.


Sedangkan beras KW2 semula Rp9 ribuan turun menjadi Rp8 ribuan dan beras KW 3 dari Rp8 ribuan turun menjadi Rp7.700 sampai Rp7.900. Penurunan harga beras itu karena pasokan beras lokal yang melimpah. Melimpahnya pasokan beras lokal dipastikan hingga Juli mendatang, memasuki Lebaran. Pedagang beras lain yang ditemui Radar Bogor, Agus di Pasar Warung Jambu mengatakan hal yang sama, saat ini beras lokal yang membanjiri pasar tradisional Bogor.

“Hampir tiap hari masuk beras berton-ton. Lebih banyak beras dari Demak, Kudus, Lebak,” ungkap pedagang beras di Pasar Warung Jambu, Agus, senin.  Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Bambang Budiyanto untuk kota Bogor stok beras akan tercukupi hingga akhir tahun, Desember yang mendatang. Menurutnya masa panen raya akan terus berlanjut pada bulan Agustus mendatang.

“Panen raya di bebeberapa tempat sebagai lumbang pangan akan sampai bulan Agustus,” ungkap Kadis Disperindag kota Bogor, Bambang Budiyanto kepada Radar Bogor, senin. Karena pasokan beras lancar dan umumnya hasil panen lokal. Untuk harga dipastikan tidak akan mengalami kenaikan. Akan terus stabil hingga Desember, memasuki musi, tanam.

Harga beras akan lebih mengikuti siklus masa panen, sedangkan harga BBM ataupun memasuki bulan tertentu seperti Ramadan dan Lebaran tidak terlalu mempengaruhi harga beras. Setelah beberapa bulan pasca panen selesai, stok beras sedikit menurun dan harga beras akan menyesuaikan.(mer/c)