Kafe di Paledang Jual Miras tanpa Izin, Hanya Kantongi Izin Rumah Makan

BODONG: Petugas Disperindag menemukan minuman beralkohol tanpa izin di kafe yang juga tak berizin, di bilangan Paledang.
BODONG: Petugas Disperindag menemukan minuman beralkohol tanpa izin di kafe yang juga tak berizin, di bilangan Paledang.
BODONG: Petugas Disperindag menemukan minuman beralkohol tanpa izin di kafe yang juga tak berizin, di bilangan Paledang.

POJOKSATU.id, BOGOR-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor kembali menginspeksi warung dan toko kelontong yang diduga menjual minuman keras. Kemarin, giliran sejumlah warung di kawasan Pasar Anyar, Bogor Tengah, yang digeledah.

Pada inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Anyar, Disperindag mendapati dua jeriken minuman jenis tuak dan beberapa botol minuman beralkohol. Sementara puluhan warung kelontong yang disisir, hasilnya nihil.

Sidak kemudian berlanjut ke kawasan kafe-kafe rumahan di bilangan Paledang. Di kawasan itu ditemukan puluhan minuman beralkohol jenis bir. Tak hanya itu, izin yang dikantongi oleh pengelola kafe juga menyalahi aturan. Izin yang dikantongi hanya sebagai rumah makan.

“Dalam alih fungsinya ada kesalahan. Pengajuannya resto dan kafe, tapi masyarakat menandatangani untuk rumah makan,” papar Kabid Perdagangan Diskoperindag Kota Bogor, Mangahit Sinaga kepada Radar Bgoor.


Sedangkan untuk kepemilikan minuman beralkohol, pengelola sama sekali tidak memiliki izin. Namun, puluhan minuman beralkohol itu tidak diamankan. Disperindag memberi toleransi kepada pengelola kafe.

“Kami tidak berhak untuk melakukan penyitaan. Jadi, hanya kami turunkan dan diawasi oleh kecamatan. Tidak boleh satu pun jumlahnya berkurang, saya sudah ultimatum pengelolanya,” tegasnya.

Seluruh minuman yang dimiliki dilarang keras untuk dijual sampai pengelola memiliki izin. Pun begitu dengan perubahan izin bangunan yang dimiliki. “Warga kan banyak juga yang mengeluhkan di sini ada live music segala macam,” tutupnya.(dhi/c)