Jalur Alternatif Rusak Parah

KERJA BAKTI: Warga Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, kerja bakti membuang air yang menutupi lubang di jalan alternatif Gado-Cikopo, Senin.
KERJA BAKTI: Warga Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, kerja bakti membuang air yang menutupi lubang di jalan alternatif Gado-Cikopo, Senin.
KERJA BAKTI: Warga Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, kerja bakti membuang air yang menutupi lubang di jalan alternatif Gado-Cikopo, Senin.

POJOKSATU.id, MEGAMENDUNG–Warga Kecamatan Megamendung dan Cisarua mengeluhkan sikap Pemerintah Kabupaten Bogor yang enggan memperbaiki jalan alternatif Gadog-Cikopo Selatan. Padahal, itu merupakan satu-satunya alternatif menuju kawasan Cisarua.

Jalan sepanjang 10,9 kilometer itu sering dilintasi para wisatawan dan penduduk pribumi. Kondisinya hingga kini telah hancur. Warga pun sering turun ke jalan untuk membuang genangan air yang menutupi lubang. Pasalnya, ini sangat membahayakan pengguna jalan.

“Ada saja motor yang jatuh akibat genangan air. Soalnya, yang lewat kebanyakan bukan warga sini. Lebih sering wisatawan yang mau main ke Puncak pakai motor dan mobil,” ujar Malino (39), warga Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung.

Dia berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera memperbaiki jalan alternatif itu. “Kalau dibiarkan terus bisa lebih parah kerusakannya, apalagi musim hujan kayak gini,” jelasnya.


Hal senada dikatakan, Iwan (32), warga Desa Kopo, Kecamatan Cisarua. Menurutnya, kerusakan itu sudah bertahun-tahun, namun hingga kini pemerintah seolah membiarkan.

Dikonfirmasi terpisah, pengamat jalan dan jembatan Megamendung, Maman Daud menjelaskan, perbaikan jalur alternatif Megamendung-Cikopo Selatan masih menunggu bahan yang akan digunakan. “Insya Allah, awal bulan nanti sudah mulai pengerjaan,” jelasnya kepada Radar Bogor kemarin.

Dia tidak memungkiri jika jalan rusak dibiarkan akan semakin parah. “Itu jalan alternatif satu-satunya menuju Cisarua. Pemeliharaannya dengan ditambal. Kalau pengecoran, nanti di 2016,” pungkasnya.(hur/c)