Begini Strategi PDAM Tirta Kahuripan Tekan Kebocoran Air

Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan, Hadi Mulya Asmat
Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan, Hadi Mulya Asmat
Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan, Hadi Mulya Asmat

POJOKSATU.id, BOGOR– Kebutuhan air bersih masyarakat semakin hari semakin meningkat sedangkan kapasitas produksi sumber air bersih cenderung menurun.  Hal yang relevan dilakukan adalah meminimalkan tingkat kehilangan air dengan program pengendalian non revenued water (NRW), seperti yang dilakukan Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan, Hadi Mulya Asmat menyebutkan, NRW dapat didefinisikan sebagai air yang dapat diukur dan diketahui besarnya namun tidak dapat direkeningkan atau tidak dapat menjadi penghasilan, tetapi dapat dipertanggungjawabkan.

“Ada dua penyebab terjadinya kehilangan air, antara lain kehilangan yang disebabkan oleh fisik dan kehilangan air yang disebabkan oleh non fisik,” ujar Hadi Mulya Asmat, Selasa (28/4/20150.

Sedangkan penyebab utama kehilangan air yang disebabkan oleh fisik dikarenakan, pipa korosif, kualitas pipa rendah, usia pipa dan kedalaman pipa tidak sesuai standar (meningkatnya pembangunan infrastruktur).


Sedangkan kehilangan air non fisik disebabkan beberapa factor. Di antaranya, sambungan liar, pemakaian air oleh masyarakat tidak melalui meter, pemakaian yang tidak tercatat dalam meter dan pemakaian air tidak tertagih (pemakaian mobil tangki, pemakaian kantor.

Selain itu, kebocoran juga kerap terjadi karena, pencurian jaringan pipa, sistem pembacaan meter masih manual serta tingginya pemakaian nol m3. Selain, itu karena kebocoran juga terjadi karena, masih banyak meter air yang terpendam atau berada di dalam rumah serta akurasi meter ari yang sudah ngaco.

Grafik NRW PDAM Tirta Kahuripan Bogor
Grafik NRW PDAM Tirta Kahuripan Bogor

Nah, untuk menekan tingkat kehilangan air itu, PDAM Tirta Kahuripan sudah menggunakan cara efektif. Seperti, pencarian dan perbaikan bocoran fisik aktif, penggantian  meter pelanggan (besar dan kecil), tera meter pelanggan dan pemasangan meter induk di instalasi.

Upaya lainnya yang dilakukan adalah dengan kalibrasi meter induk kerjsama dengan dinas meteorology serta zoning system dengan membentuk DMA. Pengecekan status putus atau putus ulang p[un dilakukan. Bahkan, pekerjaan yang rutin dilakukan adalah penggantian pipa dinas yang korosif dan penggantian jaringan pipa.

(*/sal)