PBB Gelar Muktamar ke IV, Kaban Tolak Raja Dangdut

rhoma irama
Rhoma Irama
Rhoma Irama
Rhoma Irama

POJOKSATU.id, BOGOR-Suasana Muktamar ke IV PBB di Puncak, Cisarua mulai memanas. Pergolakan sudah terlihat sebelum pembukaan muktamar. Dukungan dan upaya penjegalan terhadap calon ketum terus terjadi.

Seperti diketahui, ada enam nama yang disebut-sebut bakal meramaikan muktamar PBB. Mereka adalah Hamdan Zoelva, Jamaludin Karim, Abdullah Hamid, Sahar L Hasan, Yusril Ihza Mahendra dan Rhoma Irama.

Yang paling mencolok adalan penolakan pencalonan Rhoma Irama. Bahkan, suara sumbang terhadap Raja Dangdut ini datang dari Ketum DPP PBB MS Kaban.

Kaban tidak sepakat jika Rhoma masuk bursa pencalonan ketua umum. Alasannya, Rhoma tidak memiliki ideologi. Salah satu buktinya adalah Rhoma sering gonta-ganti partai. Pernah jadi politikus Partai Golkar bahkan sempat menjadi anggota DPR, kemudian berpindah ke PPP dan digadang-gadang PKB menjadi calon presiden.


Menurut Kaban, calon yang akan dipilih selayaknya berasal dari internal pada kongres di Cisarua akhir pekan nanti.

“Kita buka pada siapapun, namun sikap saya tetap kader. Kalau misalkan ada yang mengajukan di luar kader, ya silahkan sepanjang sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga,” kata Kaban seperti yang dilansir Nonstop (Grup Radar Bogor).

Terkait calon dari luar lingkaran partai, Kaban mengungkapkan, salah satunya adalah Rhoma Irama yang hingga kini belum terdaftar menjadi kader PBB.

“Rhoma Irama memang belum jadi kader PBB. Karena Pilpres kemarin dia ada di PKB, sekarang dia berkeinginan bergabung dengan kami,” ujar Kaban.

Kaban mengaku tidak mempersoalkan keinginan Rhoma untuk maju, dengan catatan harus sesuai dengan AD/ART Partai dan mendapat dukungan dari pengurus DPP dan DPC PBB di daerah.

“Ya, silakan saja, kita sangat demokratis untuk bisa memunculkan calon-calon lain, asal dia dapat dukungan dan mematuhi AD/ART,” kata mantan Menteri Kehutanan itu.

Senada, Wakil Ketua Umum PBB, Sahar L. Hassan mengungkapkan, Rhoma tak bisa dihadirkan di bursa calon Ketum. Alasan paling mendasar ialah soal aturan partai. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga(AD/ART) PBB mewajibkan calon Ketum adalah kader internal. “Rhoma itu bukan kader,” kata Sahar.

Sahar pun menegaskan, DPP PBB tak bisa memenuhi keinginan Rhoma untuk masuk dalam bursa calon Ketum. Meskipun, dia mengakui, beberapa kader di daerah menyorongkan nama politikus tak bertuan itu untuk dijadikan Ketum.

Sahar mengakui, ada pertemuan antara petinggi partainya dengan Rhoma di Markas PBB akhir pekan lalu. Pertemuan itu sebenarnya hanya silaturahmi, sekaligus penyampaian langsung dari Rhoma untuk direstui sebagai calon Ketum. Akan tetapi, DPP PBB resmi menolak permohonan tersebut.

Meskipun ditolak, Sahar mengatakan terbuka pintu bagi Rhoma untuk bisa dijadikan kader. Bahkan, dengan didaulatnya sebagai kader, Rhoma akan berhak untuk duduk dalam struktur kepengurusan baru mendatang.

Sementara, ketua DPC PBB Kabupaten Bogor Sinwan MZ, menegaskan internal partainya memilih Yusril Ihza Mahendra untuk menggantikan Kaban, dari internal partai.

“Kalau dari eksternal kami pilih Rhoma Irama. Keduanya itu sudah teruji. Mereka itu motor di partai,” ucapnya.(tik/jpnn)