Jalur Diblokir KRL Dilempari , Warga Parungpanjang Ngamuk

GRAFIS
GRAFIS
GRAFIS

POJOKSATU.id BOGOR– Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line jurusan Tanah Abang–Maja Tangerang harus tertunda selama 8 jam, kemarin. Penyebabnya, warga Cibokor, Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, bertindak beringas dengan melempari KRL yang melewati Stasiun Cilejit dengan batu. Tak sampai di situ. Jalur kereta juga diblokir.

Insiden itu dipicu tewasnya Umar (50) akibat tersambar KRL jurusan Tanah Abang-Maja di perlintasan Cibokor, pukul 05:30. Warga Kampung Cibokor, RT 03/07, Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang tersebut terseret hingga 200 meter bersama sepeda motornya bernomor polisi B 6370 WHF.

Akibat kejadian itu, penumpang KRL maut tersebut terpaksa diturunkan di Stasiun Cilejit dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.“Korban tewas dengan luka pada bagian kepala sebelah kanan. Motornya hancur. Melihat korban, saat itu pun satu per satu warga dari dua desa langsung berdatangan memberikan aksi protes,” ucap Agus Sumakto (29) warga Cibokor.

Usai kejadian, ratusan warga yang berkerumun mulai melempari batu ke arah kereta yang melintas. Sekumpulan warga itu diduga berasal dari dua desa yaitu Lumpang dan Jagabaya. Selain melempari KRL dengan batu, sebagian warga juga nekat memblokir lintasan dengan menduduki bantalan rel kereta.


“Kejadiannya (pelemparan) sekitar pukul 06:00, karena kereta kita ditabrak motor yang melewati perlintasan liar. Di sepanjang Parungpanjang masih banyak perlintasan liar,” ujar Humas PT KAI Commuter Jakarta Eva Chairunnisa kepada Radar Bogor kemarin.

Situasi mencekam tentu saja dialami penumpang kereta jurusan Tanah Abang-Maja  yang mendapat serangan batu dari warga. Tak sedikit lemparan batu mengenai bibir jendela kereta yang terbuka. Hal ini membuat penumpang perempuan berteriak ketakutan. Sebagian lainnya memilih tiarap sambil melindungi kepalanya dengan tangan ataupun tas.

Tampak juga seorang ibu yang sedang menggendong bayi, langsung membungkukkan badan melindungi sang bayi. Beruntung, lemparan itu hanya mengenai badan KRL dan tidak sampai melukai penumpang. “Tidak ada penumpang yang terluka. Hanya ada ibu-ibu yang membawa bayi yang mengeluh. Setelah itu, perjalanan kereta kami hentikan sementara,” jelas Eva.

Namun, setelah bernegosiasi dengan petugas Commuter Line di Stasiun Cilejit Parung Panjang, warga yang menimpuki KRL akhirnya membubarkan diri pukul 14:30. Mereka minta membuat palang pintu perlintasan di lokasi tertabraknya motor oleh kereta.

“Permintaannya membuat palang di lokasi itu, nanti kita akan koordinasikan permintaan tersebut ke Dirjen KA dan juga Pemda setempat,” tambah Eva.

Eva mengatakan, pembuatan palang pintu di lokasi tersebut bukanlah kewenangan pihaknya, melainkan kewenangan pemda dan juga pemerintah. “Kalau masalah palang pintu itu bukan kewenangan kita,” tandasnya.

Kapolsek Parung Panjang Kompol Nur Ichsani menjelaskan, peristiwa warga tertabrak kereta di palang pintu Cibokor merupakan kejadian yang kedua kalinya di bulan ini. Sebelumnya, pada Minggu (12/4) KA jurusan Maja Tangerang-Parungpanjang menghantam mobil pikap dan mengakibatkan empat orang meninggal dan puluhan luka-luka.

Tak adanya palang pintu perlintasan kereta menyebabkan warga tidak mengetahui ada tidaknya kereta yang melintas. Khususnya ketika kondisi sedang gelap. “Jadi, warga sudah kesal karena kecelakaan ini bukan kali pertama, saat ini kendaraan korban sudah kami amankan,” tegas Nur Iksani.(ind/rp7/c)