Kontrakan Wajib Dikenakan Pajak

MENJAMUR: Salah satu rumah kontrakan mahasiswa yang baru dibangun di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga.
MENJAMUR: Salah satu rumah kontrakan mahasiswa yang baru dibangun di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga.
MENJAMUR: Salah satu rumah kontrakan mahasiswa yang baru dibangun di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga.

POJOKSATU.id, DRAMAGA-Menjamurnya kontrakan atau kos-kosan di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, diharapkan dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD). Kontrakan di sana juga laris karena berada di area kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga.

Kepala Desa Babakan, Syaehu Syam mengatakan, kontrakan akan dikenakan pajak 10 persen. Itu sesuai dengan UU Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pelayanan Pajak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bogor.

Menurut Syaehu, untuk memperkuat regulasi itu harus ada peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang rumah kontrakan. Kontrakan lebih dari sepuluh pintu wajib dikenakan pajak. “Mudah-mudahan pemilik kontrakan tak merasa terbebani dengan peraturan ini,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Pemerintah desa juga telah membentuk paguyuban dengan maksud menjaga keamanan, ketertiban, dan kearifan lokal antar sesama pemilik kontrakan. “Selain Babakan, ada beberapa desa yang masuk paguyuban, seperti Desa Dramaga, Cibanteng, Cihideng Hilir, dan Kelurahan Balumbang Jaya,” terangnya.


Menjamurnnya kos-kosan di wilayahnya itu, kata Syaehu, karena dekat dengan IPB. “Banyak warga Babakan yang mendirikan kontrakan untuk mahasiswa,” katanya. Kini, pemilik kontrakan harus bersiap-siap menyisihkan sebagian penghasilannya untuk kas daerah.

Sementara itu, Rahmat (45), pengusaha kontrakan di Desa Babakan, mengaku tidak berkeberatan jika peraturan itu diterapkan. “Kalau memang demikian, sebagai warga yang baik saya akan ikuti peraturan itu,” tukasnya.(rp8/c)