Biopori RW 11 Kelurahan Nanggewer Cibinong Kabupaten Bogor, Bisa buat Pupuk dan Tak Kekurangan Air

Staf Kelurahan Nanggewer bersama perwakilan RW 11 dan tokoh masyarakat antusias mengebor biopori.
Staf Kelurahan Nanggewer bersama perwakilan RW 11 dan tokoh masyarakat antusias mengebor biopori.
Staf Kelurahan Nanggewer bersama perwakilan RW 11 dan tokoh masyarakat antusias mengebor biopori.

POJOKSATU.id, CIBINONG – Program lima juta lubang biopori terus mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Dan tepat pada Hari Bumi Sedunia kemarin, Pemerintah Kabupaten Bogor mencanangkan dukungan terhadap program lima juta lubang biopori. Pembuatan lubang biopori dilakukan secara serentak di sembilan tempat dan salah satunya di Perumahan Bogor Asri, RW 11 Desa Nanggewer Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Bagi warga tersebut, lubang biopori bukan hal  baru dan sebelumnya juga sudah membuat lubang biopori. “Warga di sini (RW 11:red) sudah membuat lubang biopori, cuma berbeda dengan panitia program lima juta lubang biopori,” ungkap Lurah Nanggewer, Dwi Asih kepada Radar Bogor, kemarin.

Lanjut Dwi Asih, selain cara pembuatan, hal baru yang didapatkan warga mengenai pemanfaatan lubang biopori itu sendiri. Lubang Biopori tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk membuat pupuk kompos dan tidak perlu membakar sampah terutama sampah organik. “Mengurangi biaya bagi ibu-ibu di sini,” terang Dwi semangat. Tak hanya di RW 11 dilakukan pembuatan lubang biopori, rencananya ditularkan ke 13 RW lainnya dengan 104 RT.

Hal senada disampaikan Camat Cibinong, Bambang W. Tawekal. Menurutnya, program lima juta lubang biopori merupakan program yang harus didukung masyarakat tanpa kecuali. Bahkan sangat cocok dilakukan khusus di wilayah Kecamatan Cibinong, yang merupakan wilayah pemukiman padat penduduk.


“Saya sendiri sudah merasakan manfaat dari lubang biopori. Ga pernah kekurangan air. Dibutuhkan pro aktif dari masyarakat,” ungkap Camat Cibinong, Bambang W. Tawekal kepada Radar Bogor, kemarin. Dan di kecamatan Cibinong sendiri,satu orang satu lubang biopori. Sementara itu perwakilan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH), Aan Sahar menuturkan, program lima juta lubang biopori sangat membantu Badan Lingkungan Hidup, sebagai mitra kerja.

Menurutnya, BLH tak akan mampu melakukan kegiatan tersebut tanpa bantuan dari luar. “Program Lima juta lubang biopori yang diprakarsai Radar Bogor harus didorong dan diikuti perusahaan lain,” ungkap perwakilan BLH, Aan Sahar kepada Radar Bogor, kemarin. Sahar juga yakin program lima juta lubang biopori akan tercapai karena dipelopori media.

Hanya tidak selesai dengan membuat lubang biopori, diperlukan tindak lanjut yakni melakukan perawatan serta pemanfaatnya sebagai tempat memproduksi pupuk kompos. “Semoga mampu menciptakan kabupaten termaju,” ungkap Aan. Kemarin mampu membuat lubang biopori 600 lubang dan akan dilanjutkan pada waktu berikutnya. (mer/c)