Nyaris Tewas Dianiaya Teman

GRAFIS
GRAFIS
GRAFIS

POJOKSATU.id, JASINGA-Irvan (20) nyaris tewas setelah dianiaya teman sekampungnya, Sabtu (18/4). Peristiwa itu terjadi ketika korban diajak pelaku berinisial AC (19), JD (20), dan IK (20) mengambil buah cempedak di Kebon Panas, Desa Koleang, Kecamatan Jasinga.

Lantaran sama-sama dari Kampung Handeleum, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, korban pun tak merasa curiga. Mereka berangkat menggunakan dua motor.

Namun, di lokasi terjadi perselisihan. Tiga pelaku pun mengancam membunuh korban atas perintah orang tua mereka. Merasa terancam, korban berusaha melawan. Lantaran satu lawan tiga, korban dilumpuhkan para pelaku dengan menggoroknya. Diduga kuat penganiayaan dan rencana pembunuhan ini dilatarbelakangi dendam.

Melihat korban terkapar, para pelaku lantas pergi meninggalkannya di semak-semak. Para pelaku mengira korban sudah tewas. Namun, nyawanya diselamatkan setelah ditemukan seorang warga yang sedang memotong rumput.


Korban yang mengalami luka parah di leher itu pun dilarikan ke Puskesmas Cibungbulang dan berhasil lolos dari maut. Ia juga sempat memberikan keterangan kepada pewarta.

“Kata mereka (pelaku, red) saat di lokasi, saya harus dibunuh karena disuruh orang tuanya. Leher saya dicekik dengan tali tambang dan dibacok. Kepala saya juga dipukul pakai batu,” ujar korban saat ditemui di Puskesmas Cibungbulang, kemarin.

Kata Irvan, para pelaku mengira kalau ia sudah meninggal dan dibuang. “Motor Honda Supra Fit saya juga dibawa kabur pelaku,” ucapnya.

Ia berharap para pelaku segera tertangkap.  “Saya sama mereka gak ada masalah. Sepertinya mereka (pelaku, red) sudah merencanakannya. Sebab, para pelaku membawa senjata tajam. Adik saya juga sempat melarang agar tidak ikut,” paparnya.

Sementara itu, Polsek Jasinga, sampai berita ini diturunkan, masih mencari tiga pelaku yang melarikan diri. Petugas sudah ke rumah pelaku, namun tidak ada. Usai penganiayaan, para pelaku sempat pulang lalu pergi.

Kapolsek Jasinga AKP Yayan Sopyan menjelaskan, pelaku juga mengambil motor korban. Mereka masih menyelidiki motif penganiayaan ini. “Para pelaku ini teman satu kampung sama korban. Kami masih minta keterang beberapa saksi. Korban sendiri belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya belum pulih,” terangnya.

Informasi sementara yang diperoleh, penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 15:00. “Saat itu korban sudah dibawa ke Puskesmas Cibungbulang,” bebernya.

Kemarin, pihak keluarga korban berencana menyerbu rumah pelaku. Aksi warga dihadang petugas polsek dan Satpol PP. “Tadi (kemarin, red) sekitar pukul 14:00, keluarga korban berencana menyerang rumah pelaku,” kata anggota Satpol PP Kecamatan Cibungbulang, Hilmi Purawijaya kepada Radar Bogor. Guna menjaga keselamatan orang tua pelaku, mereka diamankan di Polsek Cibungbulang.(abe/c)