Dari Jalanan Pindah ke Badoo Fenomena Prostitusi di Medsos

Jenis media sosial yang digunakan prostitusi online.

Jenis media sosial yang digunakan prostitusi online.

POJOKSATU.id, BOGOR– Perkembangan zaman membuat prostitusi tak lagi hidup di jalanan. Kini para ‘kupu-kupu malam’ lebih memilih menjajakan diri di media sosial seperti Facebook, Twitter hingga yang teranyar Badoo. Seperti apa modus operandi terbaru si penjaja nafsu tersebut?

Kasus pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin (27) atau @tataa_chubby di kamar kosnya, Jalan Tebet Utara 1, Nomor 15 C, Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu (11/4), kembali menguak sisi lain bisnis prostitusi. Semasa hidup, Deudeuh memang dikenal sebagai pekerja seks komersial (PSK). Berbeda dengan yang lain, dia hanya berani menjajakan diri via media sosial (medsos), Twitter.

Dari kasus tersebut, wartawan Radar Bogor kemudian menyusuri sejumlah medsos yang belakangan ini sedang digandrungi para gadis penghibur. Nama Badoo pun muncul. Medsos yang satu ini sejatinya telah muncul sejak 2006. Namun kalah bersaing dengan Facebook. Tiga tahun lalu, Badoo memutuskan bertransformasi sebagai salah satu jejaring sosial khusus kencan.

Mengoperasikan Badoo memang tidak terlalu ribet. Karena itulah, wartawan koran ini bisa langsung mendapatkan ‘teman kencan’ dalam hitungan menit. Seperti saat menemukan Afika (28). Dalam laman profilnya, dia banyak memasang foto-foto hot. Perempuan yang mengaku tinggal di Jakarta ini tak keberatan untuk diajak chating.

Tapi rupanya dia perempuan yang to the point. Sekali sapa, Afika lantas menjawab ”kbr saya baik and salam knl jg. Sya cwe bokingan ST 2jt 3/4jam an..umur sya 27 stay di petamburan jkt pusat klo mslh service bisa d jamin 90% sya suka sex”.

Perbincangan dengan Afika terpaksa diakhiri karena Radar Bogor berhasil menemukan teman kencan lain yang lebih spesial. Dia gadis asal Bogor bernama Chaca (22). Baru berkenalan tak sampai satu menit, dia sangat responsif kepincut ingin bertemu, dia tak mengajukan tarif apa-apa. “Ketemu dulu aa, kalau tidak cocok tak masalah,” cetusnya.

Selain di Badoo, situs jejaring sosial seperti Facebook juga menawarkan tawaran serupa. misalnya akun sex party bogor. Di akun itu sang admin menawarkan pesta seks di puncak. Untuk waktu dan tempat akan di atur  oleh admin.

Di Twitter lain lagi, dengan mengetik kata kunci ABG Bogor kita akan menemukan sekitar empat akun yang menawarkan jasa esek-esek. Seperti akun Jablay/Pecun Bogor . Sang admin sudah mencantumkan tarif dan nomor kontaknya untuk melakukan transaksi. Tarif yang ditawarkan mencapai Rp1,2 juta.

Dia mengaku bernama Lisa, yang sudah satu tahun terakhir bergelut di bisnis ini melalui media sosial twitter. Saat calon pelanggannya tertarik, negosiasi dilanjutkan melalui sms atau whatsapp.

Lisa punya sejumlah aturan main, di antaranya mentransfer uang muka sebesar Rp200 ribu. Bila sepakat transaksi akan dilakukan di apartemen desi di kawasan Jakarta Selatan tempat ia tinggal. “Mau long time atau short time, harganya bed-beda,” ujar Desi menawarkan tarifnya saat dihubungi pewarta melalui telepon selular yang dia cantumkan di  Twitter miliknya.

Disadari Desi profesi ini tergolong penuh risiko, dimana ia harus bertemu dengan orang yang baru dikenal. Seperti halnya Deudeuh yang tewas dibunuh di kamar kosnya oleh pelanggan. Meski begitu kasus ini tidak membuat Desi menutup diri dari penawaran yang terus berdatangan.

Media sosial yang mulai dipakai berjualan diri lainnya yakni Whisper dan Secret. Namun keduanya belum terlalu dikenal sehingga para pelaku pornografi online dapat lebih tersembunyi. Whisper adalah sebuah jejaring sosial di mana penggunanya dapat mengungkapkan apapun yang ada di pikirannya. Media sosial ini sangat menonjolkan sisi anonimitas meski disediakan sebuah profil sederhana.

Adapun, Secret cukup mirip dengan Whisper. Hanya saja, Secret dapat digunakan untuk mengirimkan pesan khusus untuk orang-orang yang sudah masuk dalam daftar teman, sehingga lebih eksklusif.

Fenomena prostitusi online sebenarnya sudah muncul delapan tahun lalu. Ketika itu banyak forum seperti Kaskus (yang sempat menyediakan adult lounge khusus yang hanya bisa diakses member tertentu), kemudian DS, hingga Bintang Malam dan Mainmata.net.

Berdasarkan survei PornHub situs porno populer dunia, Indonesia menduduki peringkat kedua dunia untuk urusan trafik terbesar konten esek-esek melalui perangkat mobile. Dari laporannya, Senin (12/1), trafik mobile dari smartphone maupun tablet yang datang dari alamat internet Indonesia mengalami pertumbuhan 457 persen sepanjang 2014 lalu.

Lonjakan trafik ini cuma kalah dari Turki yang mencatatkan lonjakan 653 persen. Dari lonjakan trafik mobile tersebut, dominasi kunjungan berasal dari pengguna perangkat Android. OS milik Google itu memberikan kontribusi 49 persen. Sementara pengguna iOS mencapai 40,2 persen, Windows 2,6 persen dan BlackBerry 1,4 persen.

Selain penghitungan di atas,  survei Based Data lembaga survei media sosial dunia, menempatkan Facebook sebagai medsos yang paling banyak digunakan di Indonesia. Dengan presentase 14 persen, disusul whatsapp 12 persen. Twitter berada di urutan ketiga dengan  11 persen pengguna disusul Facebook Mesenger 9 persen. Sedangkan Linkedin dan intagram harus berebut tempat yang sama yakni 7 persen. Skype, Pinterst dan Line hanya mendapat 6 persen.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan saat ini Indonesia dalam keadaan darurat pornografi dan kejahatan online. Menurut KPAI, sejak 2011 hingga 2014, jumlah  korban pornografi dan kejahatan online telah mencapai 1.022 anak.

Dari jumlah tersebut, diuraikan bahwa  korban pornografi secara offline sebanyak 28 persen. “Yang dimaksud pornografi secara offline adalah materi seperti foto atau gambar,” kata Wakil Ketua KPAI Maria Advianti kepada pewarta.

Adapun, kasus pornografi secara online mencapai 21 persen, prostitusi online 20 persen, objek CD porno sebanyak 15 persen, dan korban kekerasan seksual online sebesar 11 persen. “Sementara itu, sebanyak 24 persen anak memiliki materi pornografi,” kata Maria.

Hasil survei dari www.emarketer.com pada 2014 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada urutan keenam dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia yakni mencapai 83,7 juta orang. Di tahun 2017, Indonesia diprediksi akan menyalip Jepang yang berada di posisi kelima.

Mudahnya akses terhadap konten pornografi dinilai menjadi salah satu penyebab utama kejahatan seksual terhadap anak di Indonesia. Menurut Domain Name Server (DNS) Nawala, pornografi menempati posisi teratas dalam kategori dan jumlah situs yang mengandung konten negatif.

Sebanyak 647.622 situs pornografi telah ditapis oleh Nawala, namun jumlahnya kian meningkat. Direktur Eksekutif DNS Nawala, M. Yamin, mengatakan saat ini banyak anak menjadi korban pornografi karena media sosial yang kurang populer.

“Beberapa anak menjadi korban pornografi karena penggunaan media sosial yang lebih tersembunyi seperti Whisper dan Secret yang bisa berbentuk aplikasi,” kata Yamin.

Karenanya, Yamin mengatakan, orangtua wajib mengenal aplikasi tersebut untuk mengetahui modus-modus pornografi anak. “Indonesia sangat responsif terhadap aplikasi-aplikasi baru, terbukti dari seringnya Indonesia menempati peringkat lima besar,” katanya.(ind)

Feeds