Manajemen-Pemkab Kompak Tutup Mata, Persikabo di Ambang Kehancuran

KENANGAN: Zaenal Arif (kanan) membela Persikabo Bogor di Divis Utama Liga Indonesia 2010/2011.
KENANGAN: Zaenal Arif (kanan) membela Persikabo Bogor di Divis Utama Liga Indonesia 2010/2011.
KENANGAN: Zaenal Arif (kanan) membela Persikabo Bogor di Divis Utama Liga Indonesia 2010/2011.

POJOKSATU.id, CIBINONG–Krisis finansial yang menimpa persikabo Bogor terus mendapat sorotan publik. Hingga kemarin, anak asuhan Jhon Arwandhie belum melakukan latihan. Terhitung sudah enam hari Nazar Hadi cs, tidak berkumpul.

Laskar Padjadjaran sedang dihadapkan pada krisis finansial. Bukan hanya itu, para pemain rela memilih pulang pergi dari rumah, dibandingkan tinggal dalam mess yang disediakan manajemen.

Pasca sepeninggal Rachmat Yasin yang menginap di ‘hotel prodeo’, Persikabo tidak seperti beberapa tahun lalu. Banyak pemain bintang didatangkan demi target lolos ke kasta tertinggi ISL (sekarang QNB League).

Ini aset sepakbola milik Kabupaten Bogor. Kemana saja mantan-mantan pemain yang sudah menjadi pejabat? Mereka sepertinya tutup kuping dan mata,” kritik Pengamat Sepakbola Kabupaten Bogor, Yudi Agus Soleh kepada Radar Bogor, kemarin.


Menurutnya, semua pihak yang terkait harus saling bantu. Baik manajemen maupun Pemkab Bogor harus urung rembuk untuk selamatkan nasib Persikabo.     “Contoh kecilnya saja mereka sampai sekarang belum latihan. Jangan dibiarkan berlarut-larut seperti ini,” tukasnya.

Sementara Direktur SSB Cibinong Putra, Herzon Hizkia mengaku prihatin dengan kondisi Persikabo. Seharusnya pejabat pemkab bisa menjembatani  untuk menyelesaikan krisis finansial klub. Untuk memajukan sepakbola, tidak cukup satu orang. Perlu dukungan pihak lain. “Kejayaan hanya ada saat RY jadi bupati. Sekarang tidak lagi,” singkatnya.

Sementara itu, General Manager Persikabo, Muhamad Haris memilih bungkam. Ia enggan mengomentari krisis finansial sejak pindah kepemilikan dari PT Karadenan Jaya ke PT Cikeas Putra miliknya. Empat nomor ponsel Haris tidak aktif saat Radar Bogor menghubunginya. (nal/c)