Kepulangan Dua TKW Ilegal Asal Karawang di Baghdad Belum Jelas

Ketua BPD Walahar, Sihabudin./Foto: Ega

Ketua BPD Walahar, Sihabudin./Foto: Ega

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Kabar terbaru dua tenaga kerja wanita (TKW) asal Karawang bernama Rustia dan Septiani Almukaromah diungkap pihak KBRI Baghdad belum lama ini.

Keduanya dikabarkan sudah berada di Kantor KBRI Baghdad dan menunggu proses kepulangan ke Indonesia.

Meski begitu, pihak keluarga ternyata belum bisa berkomunikasi secara langsung dengan keduanya.

 

Pihak keluarga hanya diperlihatkan foto kedua TKW ilegal korban perdagangan manusia itu sedang berada di Kantor KBRI.

“Kemaren ayahnya Septiani telepon ke saya, katanya pihak KBRI sudah ada menghubungi dan memperlihatkan foto anaknya berdua,” ujar Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Sihabudin, kepada Pojokjabar.com, Rabu (6/11/2019).

TKW Karawang disekap di Irak

Rustia dan Septiani, mengaku sebagai korban perdagangan orang di Irak./Foto: Istimewa

 

Sepengetahuan dirinya, pihak keluarga belum bisa berkomunikasi langsung dengan anak mereka di Baghdad.

 

Begitupun soal kapan kedua korban akan dipulangkan pihak KBRI ke Indonesia, keluarga belum diberi kepastian.

“Ya, mungkin nunggu proses administrasi selesai, nanti ada serah terima. Tapi gak tahu kapan,” ucap Sihab.

Ketua BPD Walahar, Sihabudin

Ketua BPD Walahar, Sihabudin./Foto: Ega

 

Meski begitu, Sihab mengaku akan terus melakukan pendampingan untuk warganya tersebut hingga bisa pulang ke Indonesia.

Sementara itu, Pojokjabar.com sempat beberapa kali berusaha menghubungi kedua korban melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon.

Nenk Tia C'jenonk

Nenk Tia C’jenonk alias Rustia./Foto: Istimewa

 

Namun, kedua nomor yang biasa digunakan korban berkomunikasi dalam beberapa hari terakhir dalam keadaan tidak aktif.

Sebelumnya, Bupati Karawang, Cellica Nurrachandiana, menyampaikan kabar terbaru terkait dua TKI asal Karawang yang bermasalah di Irak. Menurut Cellica, kedua warganya itu sudah aman berada di kantor KBRI Baghdad.

Berdasarkan laporan dari KBRI di Baghdad Irak, dari pusat Kota, ke kabupaten Dahuk, dimana dua warga Karawang tinggal, itu ditempuh perjalanan darat selama delapan jam. Belum lagi daerah tersebut masih rawan konflik.

Septiani Almukaromah

Septiani Almukaromah./Foto: Ega

(Ega/Pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds