KBRI Baghdad Pastikan Tengah Perjalanan ke Dahuk, Demi Korban TPPO

Gedung Pancasila atau KBRI Baghdad./Foto: Istimewwa

Gedung Pancasila atau KBRI Baghdad./Foto: Istimewwa

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Kedutaan Negara Republik Indonesia (KBRI) Baghdad memastikan hari ini ada pertemuan seperti yang dijanjikan sebelumnya.

Hal ini dinyatakan Pejabat Fungsi Protkons KBRI Baghdad Aria Chandra Utama saat dihubungi Pojokjabar.com, Minggu (20/10/2019).

“Staff KBRI sudah dalam perjalanan ke wilayah Dahuk, Pemerintah Kurdistan,” ujar Aria.

Terkait hasil pertemuan, katanya, pihaknya akan segera menginformasikan pada kesempatan pertama.

 

Sementara, sebelumnya pihaknya berjanji akan mengirimkan staff KBRI Irak ke Kota Dahuk tempat ketujuh TKW tersebut bekerja pada Minggu (20/10/2019) nanti.

Dahuk merupakan sebuah kota yang berjarak sekira 150 KM di utara Erbil atau dekat dengan perbatasan Turki sekira 600 km dari Baghdad.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana./Foto: Ega

 

“Staf nanti akan menemui mereka dan agennya sambil menunggu izin dari pihak keamanan setempat,” papar Aria.

Aria mengatakan, berdasarkan komunikasi dengan pihak KBRI di Baghdad, para korban mengaku sudah tidak betah bekerja dan ingin pulang ke Indonesia.

“Hasil pembicaraan KBRI dgn agen berjanji mereka akan dipulangkan ke tanah air dan untuk itu prosedur teknis admin akan diselesaikan,” ujar Aria.

Korban perdagangan manusia di Irak

Salah satu postingan akun medsos terduga pelaku perdagangan manusia di Irak

Salah satu postingan akun medsos terduga pelaku perdagangan manusia di Irak

 

KBRI pun, kata Aria lagi, meminta kepada majikan dan agen agar tidak melakukan pencekalan atau upaya yang dapat menghambat proses penyelesaian keimigrasian. Hal ini berdasarkan pengalaman, majikan atau agen seringkali membuat laporan ke polisi yang menghambat proses.

Aria menambahkan, dalam perjalanannya proses teknis admin berjalan cukup panjang dan akhirnya disepakati untuk sementara para korban akan dipindahkan ke shelter milik Pemerintah Regional Kurdistan di Erbil. Hal ini dilakukan sembari menunggu proses pemulangan.

“Sementara data yang masuk di kami yang telah melaporkan adalah Septi dan Rustia. Untuk lima lainnya, termasuk dua dari Sukabumi kami sedang menelusuri keberadaan yang lima lagi. Setelah diperoleh informasi kita minta ditarik dari rumah majikan ke shelter pemerintah untuk segera dipulangkan. Untuk itu, KBRI memgirimkan staf untuk memproses ketujuh orang tersebut,” beber Aria.

Korban perdagangan manusia

Korban perdagangan manusia (ilustrasi).

 

“Jadi soal pemindahan ke shelter setelah datangya staf ke Dahuk. Ya, kami saat ini terus berkoordinasi demgam berbagai pihak untuk dapat segera memindahkan mereka ke shelter dimaksud,” sambungnya.

Sementara, salah satu warga Karawang yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) alias perdagangan manusia, Septiani Almukaromah, membeberkan harapannya atas kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf.

“Semoga cepat bisa ditangani (kasus TPPO di Irak, red), karena kita butuh pertolongan dan perlindungan ( dari pemerintah Indonesia, red) secepat mungkin,” ujar Septiani kepada Pojokjabar.com, Minggu (20/10/2019).

Untuk diketahui, Jokowi-Ma’ruf pernah menjajikan perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.

Masih kata Septi, ia pun menanyakan kepada Bupati Karawang yang akrab disapa Teh Celli itu, terkait respon terbarunya dari kasus TPPO yang menimpa warganya ini.

“Belum ada respon juga, iya?,” katanya.

Hal ini ia utarakan lantaran menurutnya informasi pihak KBRI Irak akan mengirimkan staffnya ke Kota Dahuk tempat ketujuh TKW tersebut bekerja pada Minggu (20/10/2019) ini, tidak ia ketahui kepastiannya hingga saat ini.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds