Marak Praktek Politik Mistik “Kursi Batu” Jadi Sorotan Warganet, Komentarnya Keras

Batu Kursi di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon./Foto: Yon

Batu Kursi di Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon./Foto: Yon

POJOKJABAR.com, CIREBON– Praktek politik mistik yang tengah marak di wilayah Cirebon menjadi sorotan publik.

Beragam komentar dilontarkan publik, termasuk di sosial media.

Berikut ini beberapa komentar warganet yang berhasil dihimpun Pojokjabar.com:

@papayane1991 menulis, “percuma sholat & puasa, kl msh percaya ginian,”

Kata @rizky051292, “2019 timbang batu aja dipercaya mcem2 ,,sholat sholat woyyyh,”

“Kaya ga punya tuhan masing masing ae, kursi sungokong noh lu dudukin 😂,” kata @kurniawan_meru.

Tulis @krisna.2803, “Goblok,”

“Hanya sebongkah batu,” ujar @ikhsanmaulana8.

Kata @azka_zabdan, “Astagfirullah,, uda macam kek zaman nabi Ibrahim aja manusia percaya pada batu,”

 

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, praktek politik mistik tidak kalah dari politik uang (money politik).

Praktek mistis kerap kali menjadi jalan alternatif bagi sebagian kalangan yang haus akan jabatan atau gila jabatan.

Menurut Edi Suhaedi (60) Tokoh masyarakat di Kecamatan Greged, mengaku banyak orang (red. tamu) yang datang ke tempat-tempat istimewa yang dipercaya membawa keberuntungan (hoki).

jika mengujunginya, seperti Batu Kursi peninggalan nenek moyang yang menjadi petilasan yang ada ditengah kebun di desanya.

“Walaupun zaman sudah modern tapi masih ada saja masyarakat yang percaya dengan hal hal yang berbau mistis, karena setiap menjelang Pilkada, Pileg dan Pilkades banyak tempat yang dikeramatkan dikunjungi untuk meminta apa yang dicita-citakannya, “ Kata Edi Suhaedi, saat ditemui di Greged Cirebon, Selasa (8/10)

Edi menambahkan, Kursi Batu yang ada di Desanya sudah lama ada dan setiap musim khususnya pemilihan Kepala Desa (Kuwu), banyak orang datang dari berbagai daerah, baik dari Jawa Barat maupun Provinsi lain untuk melakukan ritual yang dipercayanya.

“Konon orang yang telah melakukan ritual doa di kursi batu, mendapatkan hasil dan sukses menduduki jabatan yang menjadi hajatnya, “ ujar Edi Suhaedi

Menurut hasil penilitian para ahli arkeologi pada tahun 2011 dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Badan Pengembangan Sumber Daya Balai Arkeologi Bandung yang dipimpin oleh Ketua Tim Drs. Lutfi Yondri M. Hum dan enam anggota peneliti arkeologi Bandung, mengungkapkan jika batu kursi dan susunan batu monolit diatas batur punden ditemukkan di kebun milik Uyi (52) yang secara administratif termasuk dalam wilayah Blok Cisepat Desa Greged Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon.

(mar/dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds