Curhat Bupati Garut, Kekeringan Capai Ribuan Hektar

Ilustrasi sawah kekeringan. (ist)

Ilustrasi sawah kekeringan. (ist)

POJOKJABAR.com, GARUT–¬†Sebanyak 2760 hektar lahan pertanian dan perkebunan di Kabupaten Garut alami kekeringan.

Demikian dikatakan Bupati Garut Rudy Gunawan.

Bahkan, kata Rudy Kekeringan di Garut sudah ada pada titik darurat.

“Kalau dikatakan kekeringan ini sudah SOS (darurat),” kata Rudy saat ditemui di Gedung Pendopo, Rabu (11/9).

Menurut Rudy, sumber mata air dan irigasi yang kering jadi penyebab utama.

Selama dua bulan terakhir kata Rudy, wilayah Garut belum diguyur hujan. Apalagi di Garut sendiri masih masih banyak lahan pertanian tadah hujan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga, menuturkan, selain 2760 hektar lahan yang sudah kering, ada 5600 hektare lahan terancam kekeringan. Kekeringan merata mulai dari wilayah utara hingga selatan.

“Dari 2600 an yang kering itu, 1200 hektare tanaman padi puso. Mutlak kering enggak ada sumber air,” ujar Beni di Pendopo Garut.

Sebelum musim tanam, Beni mengaku telah menganjurkan petani agar tak menanam padi. Apalagi sudah ada peringatan bila musim kemarau tahun ini lebih panjang.

“Sudah kami ingatkan agar petani lebih baik tanam palawija. Cuma masih banyak yang tanam padi. Mungkin pertimbangan dari hasilnya,” katanya.

Dari ribuan hektar lahan yang kering itu, Beni menyebut ada sekitar 6000 ton padi yang puso. Jumlah padi yang puso pada tahun ini, diakui Beni meningkat dibanding tahun lalu.

“Tahun lalu ‘kan kemarau basah. Tidak seperti tahun ini jadi yang pusonya kecil. Sekarang sangat besar karena kemarau panjang,” ucapnya.

Meski alami puso yang cukup besar, produksi padi di Garut diklaim masih surplus. Jumlah produksi padi mengalami kelebihan produksi mencapai 7500 ton.

(nurelbadhy/son/rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds