Pedagang Baju Putih di Kota Cirebon Mengaku Tidak Ada Lonjakan Selama Pemilu

Suasana di toko baju pusat grosir Cirebon. Nurlaeli/pojokjabar

Suasana di toko baju pusat grosir Cirebon. Nurlaeli/pojokjabar

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, CIREBON – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) pemilihan legislatif serta pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019 tinggal menghitung hari lagi, pedagang seragam atau baju putih di Pusat Glosir Cirebon (PGC) Jalan Siliwangi Kota Cirebon tampak tidak berpengaruh kenaikan yang signifikan pada omset para pedagang.

Padahal, sebelumnya salah satu kandidat peserta Pemilu mengintruksikan memakai baju putih untuk mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada tanggal 17 April 2019 nanti.

Hal ini di akui oleh Emak salah satu pelayan toko seragam GS, dirinya menjelaskan omset penjualan selama kampanye maupun jelang pencoblosan biasa-biasa saja. Pembeli rata-rata masih dari kalangan pegawai dan pelajar saja.

“Omset penjualan sehari-hari masih biasa saja, tidak ada peningkatan secara drastis. Yang beli masih orang-orang sekolahan dan pegawai yang lainya,” akunya kepada pojokjabar.com, Senin (15/4/2019).

Sementara itu, di akui juga oleh Juju salah satu pelayan Toko Pola, dirinya menyampaikan, para pendukung salah satu kandidat tidak ada yang sengaja membeli pakaian putih untuk dikenakan pada hari pemilihan esok nanti.

“Kenaikan penjualan seragam atau baju putih tidak mempengaruhi selama pemilu ini. Pembeli baju putih untuk kegiatan pemilu tidak ada,” kata dia.

(nli/pojokjabar)

loading...

Feeds